logo


Bupati Langkat Klaim Kerangkeng Manusia Tempat Rehabilitasi Narkoba, BNN Sebut Tak Penuhi Syarat

BNN sebut tempat rehabilitasi harus memenuhi syarat formil dan syarat materiil.

26 Januari 2022 12:44 WIB

Tangkapan layar kerangkeng di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin
Tangkapan layar kerangkeng di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin Dok Diskominfo Langkat

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Biro Humas dan Protokol Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono menegaskan bahwa kerangkeng manusia yang berada di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin tidak memenuhi syarat sebagai tempat rehabilitasi narkoba. Ia mengatakan bahwa tempat rehabilitasi harus memenuhi syarat formil dan syarat materiil.

"Pusat menyatakan bahwa kerangkeng itu bukan tempat rehab, kenapa kita nyatakan bukan tempat rehab, rehab itu ada namanya persyaratan materiil dan formil," kata Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono dilansir detikcom, Rabu (25/1/2022).

Sulistyo mengatakan bahwa syarat formil mendirikan tempat rehabilitasi narkoba meliputi izin lokasi, izin bangunan, hingga izin operasional yang dikeluarkan oleh dinas.


Soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Nonaktif, Ini Kata Kemendagri

Sementara syarat metriil, kata dia, meliputi lokasi, program rehabilitasi seperti  program 3 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Selain itu jumlah dokter, psikiater, pelayanan dan kelayakan ruangan.

Sebelumnya, Terbit Rencana mengklaim bahwa kerangkeng manusia yang ada di kediamannya merupakan tempat pembinaan bagi masyarakat yang menyalahgunakan narkoba. Ia pun mengaku bahwa kerangkeng itu dibangun 10 tahun lalu atas inisiatif keluarga.

"Itu bukan rehabilitasi, itu adalah pembinaan yang saya buat selama ini untuk membina bagi masyarakat yang penyalahgunaan narkoba. Itu namanya bukan rehabilitasi, hanya pembinaan namanya itu. Tempat pembinaan yang kita lakukan," ujar Terbit dalam video, seperti dilihat Rabu (26/1/2022).

"Kita sediakan tempat mereka itu ada 3 gedung, 3 gedung untuk pembinaan mereka," jelasnya.

 

BNN: Kerangkeng Itu Bukan Tempat Rehab

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati