logo


Xi Jinping Janji Kirim Donasi hingga Setengah Miliar Dolar AS kepada Negara Asia Tengah

Presiden China mengatakan bahwa bantuan senilai USD 500 juta dari China untuk sejumlah negara Asia Tengah akan disalurkan selama tiga tahun ke depan.

26 Januari 2022 13:30 WIB

Presiden China Xi Jinping
Presiden China Xi Jinping istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Presiden China Xi Jinping pada Selasa (25/1) mengatakan bahwa China akan mengirimkan bantuan kepada sejumlah negara di kawasan Asia Tengah, dengan total nilai mencapai USD 500 Juta. Bantuan tersebut akan dikirimkan selama tiga tahun untuk mendanai berbagai proyek penting bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Di hari yang sama, para pemimpin Kazakhstan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan China dikabarkan mengadakan pertemuan puncak virtual untuk menandai 30 tahun hubungan diplomatik mereka.

"Saya mengumumkan pemberian sumbangan $500 juta ke negara-negara Asia Tengah selama tiga tahun ke depan untuk pelaksanaan proyek-proyek yang signifikan secara sosial," kata Presiden Xi selama KTT virtual Asia Tengah-China, dikutip Sputniknews.


PM Polandia Kecewa Jerman Tolak Kirim Senjata ke Ukraina

Presiden Xi menambahkan bahwa China akan mengundang 5.000 tenaga kesehatan profesional dan pakar teknologi informatika, serta tenaga ahli lain ke negara-negara Asia Tengah untuk dalam rangka pengurangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk pedesaan di kawasan tersebut, serta berpartisipasi dalam kursus untuk memajukan pengembangan profesional mereka.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya sudah mengatakan bahwa negaranya siap memberikan bantuan apa pun ke Kazakhstan sesuai dengan permintaan negara tetangganya tersebut.

"China dan Kazakhstan adalah tetangga yang bersahabat dan mitra strategis permanen. China memelihara kerja sama yang erat dengan Kazakhstan dan akan memberikan bantuan sesuai dengan permintaan pihak Kazakh dan dalam kemampuannya," kata kementerian itu, dikutip Sputniknews.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu Kazakhstan yang beberapa waktu lalu dilanda kerusuhan besar-besaran sebagai buntut dari keputusan pemerintah mencabut subsidi harga BBM.

Ketegangan dengan Rusia Belum Reda, NATO Tak Akan Terjunkan Pasukan Tempur ke Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia