logo


PM Polandia Kecewa Jerman Tolak Kirim Senjata ke Ukraina

PM Polandia mengaku sangat kecewa dengan keputusan pemerintah Jerman yang tetap menolak untuk mengirimkan pasokan senjata ke Ukraina ditengah meningkatnya potensi ancaman invasi Rusia

26 Januari 2022 12:35 WIB

Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki
Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki Reuters

WARSAWA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki pada Selasa (25/1) mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pemerintah Jerman yang menolak untuk mengirim bantuan senjata kepada Ukraina ditengah kekhawatiran rencana invasi Rusia.

Ukraina sendiri selama bertahun-tahun sudah mendesak Jerman untuk mengijinkan penjualan senjata kepada mereka untuk memerangi kelompok separatis pro-Moskow.

“Saya mengamati dengan cemas situasi Ukraina dan reaksi tetangga Jerman kami dalam menghadapi ancaman Rusia,” kata Morawiecki dalam postingan Facebook, dikutip Sputniknews.


Inggris Tak Akan Kirim Pasukan ke Ukraina, Bagaimana pun Situasinya

Pemerintah Ukraina sebelumnya juga mengkritik Jerman karena memveto pembelian senjata Ukraina dari NATO. Duta Besar Ukraina untuk Jerman Andriy Melnyk menegaskan kembali bahwa sikap Jerman tersebut mungkin akan berdampak serius terhadap hubungan bilateral.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menanggapi kritikan tersebut dengan mengatakan bahwa ketegangan di Ukraina harus diselesaikan secara politik, bukan dengan kekuatan militer.

Ketegangan di perbatasan Ukraina telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dimana Rusia dan NATO saling menuduh kedua belah pihak mengumpulkan pasukan di perbatasan Rusia-Ukraina. Barat dan Kiev menuduh Rusia bersiap untuk menyerang. Moskow menyangkal hal ini, dan menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat menginvasi Ukraina, menambahkan bahwa tuduhan tersebut berfungsi sebagai dalih untuk memperluas kehadiran militer NATO ke Eropa Timur.

 

Kroasia Akan Tarik Pasukan dari NATO jika Konflik Militer Ukraina-Rusia Benar-benar Terjadi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia