logo


Minta Masa Kampanye Dipangkas Jadi 60 Hari, PKB Tegaskan Tak Rubah Sikap Pemilih

PKB sebut masyarakat sudah menentukan sikap politiknya secara subjektif.

26 Januari 2022 07:30 WIB

Ilustrasi pemilu
Ilustrasi pemilu slate.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi II DPR Yanuar Prihatin meminta masa kampanye pemilu 2024 dipersingkat menjadi 60 hari. Menurutnya, masa kampanye 120 hari yang diusulkan KPU terlalu panjang.

"Alasannya sederhana. Pertama, di tengah suasana covid-19, tatap muka, kerumunan, kumpul-kumpul dan berbagai pertemuan fisik lainnya harus dikurangi. Tentu saja untuk antisipasi penyebaran virus," kata Yanuar kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).

Politikus PKB itu mengatakan bahwa kampanye tidak serta merta mengubah sikap pemilih. Menurutnya, masyarakat sudah menentukan sikap politiknya secara subjektif.


Minta Masa Kampanye Dipersingkat 50 Hari, PDIP: Antisipasi Polarisasi Gesekan Antar Pendukung

"Kedua, sikap pemilih terhadap partai politik, calon legislatif dan calon presiden/wakil presiden, apakah sepenuhnya dipengaruhi oleh kampanye yang dilakukan kontestan? Menurut saya, pemilih biasanya sudah memiliki sikap dan pilihan politik sendiri berdasarkan ukuran subyektif yang sudah mereka yakini sebelumnya. Kampanye tidak serta merta dapat merubah pilihan sikap tersebut," ucapnya.

"Jadi, mengurangi durasi kampanye menjadi masuk akal. Lagi pula, kampanye yang bersifat akbar biasanya diikuti oleh para pendukung yang sudah jelas pilihannya. Kampanye akbar lebih kepada show of force, bukan tujuan mempengaruhi pemilih," sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa memperpendek masa kampanye akan mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh pmeerintah. Selain itu, juga dapat mencegah efek buruk ketegangan politik.

"Ketiga, memperpendek masa kampanye dapat mengurangi biaya kampanye, baik yang dikeluarkan calon, partai politik maupun penyelenggara pemilu. Lebih dari itu, memperpendek masa kampanye, diharapkan bisa mengurangi ketegangan politik di masyarakat. Sekaligus mengerem efek buruk dari kampanye yang mengeksploitasi SARA," pungkasnya.

Realistis Nyapres Butuh Popularitas, Salim Segaf: Jadi Kita Dorong Poros Ketiga

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati