logo


Kroasia Akan Tarik Pasukan dari NATO jika Konflik Militer Ukraina-Rusia Benar-benar Terjadi

Presiden Kroasia menegaskan bahwa pihaknya akan menarik mundur pasukan dari NATO jika AS terus meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Eropa Timur

25 Januari 2022 21:15 WIB

Presiden Kroasia Zoran Milanovic
Presiden Kroasia Zoran Milanovic China Daily

ZAGREB, JITUNEWS.COM - Presiden Kroasia Zoran Milanovic pada Selasa (25/1) menegaskan bahwa pihaknya akan menarik pasukan militernya dari kontingen NATO yang ditempatkan di kawasan Eropa Timur jika konflik militer antara Rusia dan Ukraina benar-benar terjadi.

"Saya mengikuti laporan, yang menurutnya NATO, bukan negara terpisah, Amerika Serikat, memperkuat kehadirannya, mengirim kapal pengintai. Kami tidak ada hubungannya dengan ini, dan kami tidak akan melakukannya, saya jamin ini," kata Milanovic kepada media nasional Kroasia, dikutip Sputniknews.

Ia menambahkan bahwa Kroasia tidak akan mengirim militernya ke wilayah tersebut.


Iran dan AS Bisa Gelar Pembicaraan Langsung soal Perjanjian Nuklir 2015

“Jika ada eskalasi, kami akan menarik semua orang ke militer Kroasia terakhir. Ini tidak ada hubungannya dengan Ukraina atau Rusia, itu ada hubungannya dengan dinamika kebijakan domestik AS, [Presiden] Joe Biden dan pemerintahannya ... tetapi saya melihat perilaku berbahaya dalam masalah keamanan internasional," tambahnya.

Seperti diketahui, situasi ketegangan di perbatasan Ukraina-Rusia terus meningkat usai negara-negara barat menuding Moskow berupaya melancarkan invasi ke negara tetangganya tersebut. Tuduhan tersebut berulang kali dibantah oleh Rusia.

Inggris Tak Akan Kirim Pasukan ke Ukraina, Bagaimana pun Situasinya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia