logo


Kepala BNPT: FPI Banyak Mudaratnya Ketimbang Memberikan Manfaat ke Masyarakat

Boy menyebut rekam jejak FPI yang terkait kegiatan terorisme seperti ISIS.

25 Januari 2022 20:36 WIB

Ketua BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar
Ketua BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar www.jitunews.com/herumuawin

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan bahwa keputusan pemerintah membubarkan Front Pembela Islam (FPI) pada 2020 murni karena alasan faktual. Boy menyebut rekam jejak FPI yang terkait kegiatan terorisme seperti ISIS.

"Ada gambar-gambar, rekaman video, seolah-olah sedang persiapan berlatih atau melakukan tindakan-tindakan sebagaimana video-video yang beredar terkait aktivitas entitas ISIS," kata Boy dalam rapat dengan Komisi III DPR, Selasa (25/1).

Boy menyebut pemerintah melihat bahwa FPI banyak mudaratnya daripada manfaatnya ke masyarakat.


Disergap Teroris ISIS, Lima Tentara Suriah Tewas dan Belasan Terluka

"Atas dasar pengamatan, pencermatan, dokumentasi, video-video, ucapan yang dilakukan oleh pimpinan- pimpinan FPI, pemerintah melihat bahwa FPI banyak mudaratnya ketimbang memberikan manfaat kepada masyarakat," katanya.

Boy juga menyinggung soal aksi kemanusiaan yang dilakukan FPI. Menurutnya, aksi kemanusiaan FPI tidak sebanding dengan dampak buruk rekam jejak ormas tersebut.

"Ajakan-ajakan kata-kata yang telah dikeluarkan itu bisa merubah watak, karakter, anak-anak muda yang tergabung atau pun yang menyaksikan video itu," katanya.

Tak Takut Hadapi Kelompok Radikal, Habib Kribo: Kalau Takdir Saya Harus Mati Dibunuh, Saya Ikhlas

Halaman: 
Penulis : Admin