logo


Beijing Sebut Menlu Inggris Sebarkan Disinformasi soal Agresi China di Indo-Pasifik

Menteri Luar Negeri Inggris sebelumnya menuding China berupaya melancarkan agresi di kawasan Indo-Pasifik

25 Januari 2022 19:45 WIB

Bendera China
Bendera China istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Pernyataan yang dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss yang menyebut pemerintah China selama ini sudah melakukan kebijakan agresi di kawasan Indo-Pasifik, akhirnya mendapat tanggapan keras dari Beijing.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kedutaan Besar China di London pada Minggu (23/1) menyebut Liz Truss telah menyebarkan "disinformasi" tentang Beijing dan "meniru retorika AS" dalam upaya untuk merusak perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

“Dunia saat ini sangat jauh dari dunia 40 atau 50 tahun yang lalu. Perang Dingin sudah lama berlalu!” kata seorang juru bicara Kedubes China yang tidak disebut namanya, dikutip RT.com.


Jika Rusia Benar-Benar Lancarkan Invasi, PM Inggris Sebut Ukraina Bisa Jadi Cechnya Berikutnya

Ia menekankan pentingnya kemitraan dalam menghadapi tantangan global, termasuk pandemi Covid-19.

“Diplomasi Inggris, jika mengikuti pedoman Perang Dingin, tidak akan berhasil,” tambahnya.

Truss diketahui mengunjungi Australia selama akhir pekan. Dalam kunjungannya tersebut, ia menegaskan bahwa perjanjian keamanan trilateral Inggris-Australia-Amerika Serikat, AUKUS, merupakan benteng melawan pengaruh China di Indo-Pasifik.

Menteri luar negeri itu kemudian mengatakan kepada pers Australia bahwa dia tidak dapat mengesampingkan bahwa Beijing akan menggunakan serangan hipotetis Rusia di Ukraina sebagai kesempatan untuk meluncurkan agresinya sendiri di Indo-Pasifik.

“Agresor bekerja bersama dan saya pikir itu kewajiban negara-negara seperti kita untuk bekerja sama,” kata Truss, merujuk pada kemitraan Inggris dengan Australia.

Pernyataan Truss tersebut juga memicu sejumlah reaksi di Australia. Dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan di situs blog urusan publik Pearls and Irritations pada hari Minggu, Paul Keating, perdana menteri Australia yang menjabat antara tahun 1991 dan 1996, menulis bahwa tudingan Truss soal agresi militer China di Indo-Pasifik “sama sekali gila.”

"Inggris menderita delusi keagungan dan kekurangan relevansi," tulis mantan perdana menteri itu.

Kandidat Presiden Perancis Bilang AS Adu Domba Eropa dengan Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia