logo


Tokoh Adat Dayak Minta Kapolri Tindak Tegas Edy Mulyadi

Diketahui Edy Mulyadi sempat menghina Kalimantan dan warganya, karena menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak.

25 Januari 2022 16:37 WIB

Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis
Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis Jitunews.com/herumuawin

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sekjen Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis angkat suara menanggapi pernyataan Edy Mulyadi yang merendahkan masyarakat Kalimantan.

Diketahui Edy Mulyadi sempat menghina Kalimantan dan warganya, karena menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak. Serta dianggap menghina orang-orang yang tinggal di Kalimantan dengan sebutan Kuntilanak dan genderuwo.

Menurutnya pernyataan Edy Mulyadi yang menyebut ‘tempat jin buang anak’ dan ucapan melecehkan lainnya sangat tidak pantas.


Jaringan Muda Kaltim Dorong Mahyudin Jadi Kepala Badan Otorita IKN

“Ini berarti sudah ada kebencian mengadu domba bahkan pernyataan yang hoaks tidak berdasarkan data dan fakta disampaikan untuk mempengaruhi membuat resah masyarakat kalimantan dan Indonesia pada umumnya. Kami meminta agar Kapolri menindak tegas,” ujar Yakobus ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2022).

Lebih jauh, Yakobus mengajak semua pihak agar mendukung proses hukum terhadap Edy Mulyadi dan terkait Pemindahan Ibu Kota Negara menurut Yakobus, pemerintah harus diberi kesempatan. Sebab, menurutnya, pemindahan Ibu kota pastilah melalui proses kajian yang matang.

“Mari kita bela untuk kedilan menegakkan kebenaran di bumi Indonesia ini. Kami berharap supaya kepada yang lain menjadi pemajaran, kami juga bagian dari bangsa ini. Berilah kesempatan kepada pemerintah membangun Ibu Kota negara yang bernama Nusantara,” tukasnya.

Kalimantan Disebut Tempat Jin Buang Anak, Mahyudin Minta Polisi Proses Hukum Edy Mulyadi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar