logo


Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, KSP Pastikan Tersangka Dihukum Berat

KSP menanggapi temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

25 Januari 2022 15:25 WIB

Jaleswari Pramodhawardani
Jaleswari Pramodhawardani ksp.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menanggapi temuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. KSP mengutuk keras dugaan praktik perbudakan.

"Kantor Staf Presiden (KSP) mengutuk keras adanya dugaan praktik perbudakan oleh tersangka korupsi Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Kami akan memastikan tersangka mendapatkan hukuman seberat-beratnya," kata Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, dalam keterangan tertulis, Selasa (25/1).

Jaleswari mengapresiasi warga yang sudah melapor ke Migrant CARE lalu diteruskan ke Komnas HAM. Jaleswari berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.


Vaksin Booster Gratis, KSP: Menutup Terjadinya Permainan Harga

"KSP juga berterima kasih kepada KPK yang tanpa tindakan tegasnya meng-OTT Bupati Langkat, praktik perbudakan yang tidak berperikemanusiaan ini belum tentu segera terungkap. Saya berharap aparat penegak hukum mendengar suara hati dan rasa keadilan masyarakat dengan menghukum seberat-beratnya pelaku praktik korupsi dan perbudakan," katanya.

Ia heran dengan adanya dugaan perbudakan dilakukan selama bertahun-tahun tanpa diketahui masyarakat.

"Saya tidak membayangkan kejahatan perbudakan seperti yang dilakukan bertahun-tahun oleh Bupati Langkat tanpa diketahui masyarakat. Dan ini adalah tahun 2022," katanya.

"Tindakan Bupati Langkat ini melanggar berbagai perundang-undangan, baik itu KUHP, UU Tipikor serta UU. Nomor 5 Tahun 1998 tentang Pengesahan Convention Against Tortureand Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Anti Penyiksaan) yang ditarifikasi Indonesia segera setelah memasuki masa reformasi 1998," sambung Jaleswari.

Sebelumnya, polisi mengungkap adanya kerangkeng manusia setelah mendapat laporan yang diterima Migrant CARE.

"Kita pada waktu kemarin teman-teman dari KPK yang kita backup, melakukan OTT. Kita melakukan penggeledahan pada saat itu datang ke rumah pribadi Bupati Langkat. Dan kita temukan betul ada tempat menyerupai kerangkeng yang berisi tiga-empat orang waktu itu," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra kepada wartawan, Senin (24/1).

Panca mengatakan bahwa dari pengakuan Terbit kerangkeng tersebut sudah berlangsung selama 10 tahun. Panca mengatakan bahwa kerangkeng tersebut untuk merehabilitasi narkoba.

"Tapi sebenarnya, dari pendataan kita, pendalaman kita bukan tiga empat orang itu, kita dalami itu masalah apa, kenapa ada kerangkeng dan ternyata hasil pendalaman kita memang itu tempat rehabilitasi yang dibuat oleh yang bersangkutan secara pribadi dan sudah berlangsung selama 10 tahun untuk merehabilitasi korban-korban narkoba, pengguna narkoba," katanya.

Kritik Moeldoko soal Pelaporan Gibran-Kaesang ke KPK, Rocky Gerung: Harusnya Diam, Bukan Membela

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata