logo


Jika Rusia Benar-Benar Lancarkan Invasi, PM Inggris Sebut Ukraina Bisa Jadi Cechnya Berikutnya

PM Inggris memprediksi akan ada sebuah bencana yang berdarah jika Rusia benar-benar melancarkan invasi terhadap Ukraina

25 Januari 2022 14:30 WIB

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson NPR

LONDON, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Senin (24/1) memperingatkan bahwa invasi Rusia ke Ukraina akan menjadi "bencana menyakitkan, penuh kekerasan dan berdarah" yang mungkin akan menjadikan Ukraina sebagai "Chechnya baru".

“Kami perlu menjelaskan kepada Kremlin, Rusia, bahwa itu akan menjadi langkah yang membawa malapetaka. Jadi apa yang kami katakan adalah bahwa Inggris memimpin dalam menciptakan paket sanksi ekonomi, bekerja dengan mitra kami di seluruh dunia. ... tapi kita juga perlu melupakan pesan bahwa menginvasi Ukraina dari sudut pandang Rusia akan menjadi bisnis yang menyakitkan, penuh kekerasan dan berdarah. Dan saya pikir sangat penting bagi orang-orang di Rusia untuk memahami bahwa ini bisa menjadi Chechnya yang baru," Johnson mengatakan kepada pers di Milton Keynes University, dikutip Sputniknews.

Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Inggris mulai menarik beberapa staf kedutaan dan anggota keluarga mereka dari Ukraina atas "ancaman yang meningkat dari Rusia."


Trump Bilang Ketegangan di Perbatasan Ukraina-Rusia Tak Akan Terjadi di Bawah Kepemimpinannya

Situasi genting di sekitar Ukraina telah terbentuk selama beberapa bulan terakhir setelah Rusia dituduh membangun pasukan di dekat perbatasan Ukraina dan diduga mempersiapkan invasi ke negara tersebut.

Moskow telah membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa aktivitas militer NATO di dekat perbatasan Rusia lah yang selama ini mengancam keamanan nasionalnya. Rusia juga mengatakan memiliki hak untuk memindahkan pasukannya ke dalam wilayahnya sendiri.

AS Siap Kerahkan 8.500 Personil Tentara ke Ukraina Jika Diperlukan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia