logo


Demokrat Sentil Puan Maharani, PDIP: Berkomentarlah Secara Cerdas dan Santun

Ketua DPR, Puan Maharani disentil elite Demokrat Kamhar Lakumani

24 Januari 2022 22:15 WIB

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPR, Puan Maharani disentil elite Demokrat Kamhar Lakumani. Politikus PDIP, Junimart Girsang, meminta Kamhar untuk berkomentar secara cerdas dan santun.

"Kalau ada oknum dari partai lain menimpali cara Mbak Puan, saya kira perlu dipertanyakan ada apa dibalik cemohan itu. Artinya berkomentarlah secara cerdas dan santun," kata Junimart kepada wartawan, Senin (24/1).

Junimart mengatakan bahwa Ketum Megawati Soekarnoputri pernah menyampaikan bahwa ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpidato tidak bisa diinterupsi.


Edy Mulyadi Hina Prabowo dan Kaltim, Ruhut PDIP: Harus Segera Diborgol Polisi!

"Toh Ibu Mega kan sudah mengatakan ketika Pak SBY berpidato tidak bisa berinterupsi, ya dilakukan itu, kita taat asas, taat norma, taat perintah kita ini," lanjutnya.

Junimart menyesali ada pihak yang mencemooh Puan ketika turun ke daerah. Wakil Ketua Komisi II DPR meminta semua pihak mengambil sisi positif dari apa yang dilakukan Puan.

"Pokoknya Mba Puan itu sebagai Ketua DPR perempuan pertama kita harus apreciate, kedua saya hanya menyesali sebagian orang-orang ketika Mba Puan turun ke daerah, menanam padi, atau dekat dengan rakyat selalu ada saja orang yang mencemooh, ambil lah sisi positifnya, beliau sebagai ketua DPR, sebagai ketua DPR ya wajib dong, apalagi panggilan nurani," ucap Junimart.

Sebelumnya, Kamhar memuji sikap Megawati yang akan memecat kader interupsi sidang tahunan SBY. Ia lalu membandingkan dengan sidang paripurna dan Puan yang pernah mematikan microfon.

"Ibu Megawati yang menjunjung tinggi konstitusi dan mengancam memecat kadernya yang kala itu berencana akan melakukan interupsi pada pidato penyampaian nota keuangan Presiden SBY tentunya kami apresiasi," kata Kamhar kepada Wartawan, Senin (24/1).

"Menjadi tempat yang tepat sebelum UU disahkan jika ada pandangan yang berbeda. Namun yang dipertontonkan pimpinan dewan, khususnya saat Ibu Puan memimpin rapat sidang paripurna, bukan hanya pernah mematikan mic anggota DPR saat sedang berbicara, juga mengabaikan, bahkan langsung mengetuk palu sidang saat anggota DPR menyampaikan interupsi yang menjadi haknya, sebagaimana diatur di UU MD3 dan Tatib DPR," ujarnya.

Pemilu 2024 Digelar 14 Februari, Politikus PKS Singgung 212

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata