logo


HerStory Indonesia Kupas Tuntas Pentingnya Peran Perempuan di Dunia Teknologi dan Digital

Kepemimpinan perempuan sangat berkaitan erat dengan terakselerasinya Sustainability Development Goals (SDG) tujuan kelima yaitu kesetaraan gender.

24 Januari 2022 11:07 WIB

Webinar Leadership: “Women\'s Role On Advancing Digital and Technology in Indonesia”
Webinar Leadership: “Women's Role On Advancing Digital and Technology in Indonesia” ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perempuan memiliki peran penting bagi pembangunan ekonomi seperti meningkatkan produktivitas, diversifikasi ekonomi, dan kesetaraan pendapatan. Perempuan juga memiliki peran yang sangat penting dalam kepemimpinan. Hal ini dikarenakan kepemimpinan perempuan sangat berkaitan erat dengan terakselerasinya Sustainability Development Goals (SDG) tujuan kelima yaitu kesetaraan gender.

Pemimpin Redaksi HerStory Indonesia, Clara Aprilia Sukandar dalam Webinar Leadership: “Women's Role On Advancing Digital and Technology in Indonesia”, Kamis (20/1/2022) mengatakan, jika membahas tentang perekonomian di Indonesia, ada banyak sekali faktor yang mendorong pemulihan ekonomi di Tanah Air, salah satunya adalah mengandalkan peran perempuan.

“Di Indonesia peran perempuan sangatlah masif dan tak bisa dianggap remeh atau dipandang sebelah mata lagi. Sejatinya peran perempuan di dalam meningkatkan ekonomi Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek, salah satunya adalah aspek digital dan teknologi. Terlebih lagi prospek ekonomi digital di Indonesia ini di masa depan sangatlah besar,” ujar Clara.


Bertemu Calon Investor di BINUS Virtual PitchUP

Kemudian Clara juga menjelaskan bahwa peran perempuan sangatlah penting dalam mengakselerasi dan juga meningkatkan nilai ekonomi digital di Indonesia. Dari tahun ke tahun angka ekonomi digital terus mengalami peningkatan, contohnya saja dari tahun 2020 ke tahun 2021 kemarin nilai ekonomi internet melonjak hampir 50% yakni mencapai 70 miliar dolar dan diprediksi akan meningkat lagi sebesar 20% pada tahun 2025 mendatang mencapai 146 miliar dolar.

“Untuk mencapai proyeksi ekonomi digital tersebut perempuan Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan besar salah satunya adalah work force atau porsi tenaga kerja perempuan di bidang teknologi masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan negara lain,” tutur Clara.

Untuk itu, HerStory sebagai media perempuan turut menjalankan peran dan Ikut andil dalam memberdayakan perempuan di dunia kerja. HerStory juga terus mendukung berbagai upaya pemerintah untuk memperkecil gap atau bahkan menghapus gap antara perempuan dan laki-laki di dunia kerja dan juga fokus terhadap kesetaraan gender.

“Dengan webinar hari ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mengakselerasikan kesetaraan gender seperti di bidang digital dan teknologi dan kepemimpinan agar Indonesia dapat semakin lebih maju ke depannya. Semoga Indonesia dapat melewati tantangan tantangan yang ada untuk memajukan perekonomian nya dapat terus memberdayakan perempuan di berbagai sektor khususnya digital dan teknologi dan juga para perempuan tanah air dapat terus mengeksplorasi kemampuannya dapat terus berprestasi dan juga berkarya,” tukasnya.

Di kesempatan yang sama, sebagai salah satu pembicara di Webinar Leadership: “Women's Role On Advancing Digital and Technology in Indonesia”, Endang Pertiwi selaku SPV Hubungan Kelembagaan PT Pegadaian mengatakan bahwa Pegadaian akan terus berkembang mengikuti digitalisasi zaman agar produk-produknya bisa dinikmati oleh masyarakat dengan mudah.

“Pegadaian itu lahir di 1901 artinya sekarang Pegadaian itu umurnya sudah 121 tahun. Dalam rangka untuk menancapkan pondasi maupun membangun pondasi yang kuat untuk terus berkembang, pegadaian juga selalu berbenah terus itu dari sisi produk gadai, tapi seiring adanya perkembangan zaman berubah bahwa kita create produk digitalisasi. Caranya berikan solusi untuk pembiayaan tetapi juga kita memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin investasi ya pegadaian memang identik dengan investasi emas ya,” ujar Endang.

Endang juga mengatakan bahwa dari sisi sumber daya yang ada di Pegadaian, di antara jumlah 14.300-an pegawai, kurang lebih 36 persennya adalah wanita. Pegadaian pun memberikan ruang untuk berkarier bagi para wanita seiring dengan kemajuan zaman dan emansipasi kaum wanita.

Kemudian dari sisi nasabah jumlahnya 17,8 juta lebih, diantaranya 70 persennya wanita. Selain memberikan ruang bagi para perempuan karyawan dan nasabah, Pegadaian juga memberikan kesempatan bagi para disabilitas dan secara bertahap kita menjadikan mereka bisa berkarier di pegadaian dengan kesempatan yang sama.

Sama-sama dipimpin oleh wanita, DAN+DAN juga terus mendukung digitalisasi dan menciptakan lingkungan kerja yang setara. Vania LO selaku CEO DAN+DAN menjelaskan bahwa kini DAN+DAN bukan hanya fokus mengembangkan tokonya, tetapi juga sudah melebarkan sayap ke market place.

“5 tahun pertama kita memang fokus cuman toko beneran, tapi kita tidak memungkiri bahwa yang namanya teknologi itu terus berkembang dan kita sekarang sudah masuk ke digital. Tim kami memang dibantu oleh wanita-wanita hebat. Mungkin yang ada prianya lebih ke bagian building atau hrd, tapi kami di Dandan itu sangat memfokuskan diri untuk berkembang dan berlaku juga bagi wanita. Apalagi konsumen Dan+dan itu 85% itu wanita,” tukas Vania.

Selanjutnya, Metty Yan Harahap, Corporate of Marketing Waringin Hospitality juga berbagi cerita menjadi salah satu pemimpin wanita di perusahaan.

Metty mengaku merasa bersyukur karena perempuan merupakan sosok yang multitasking dan bisa melakukan pekerjaan di saat yang bersamaan. Meski begitu, para wanita tidak pernah lupa kodrat kita sebagai perempuan.

Dengan keistimewaan tersebut, Waringin Hospitality pun terus berusaha melayani masyarakat, salah satunya dengan menjawab kebutuh para wanita misalnya dengan melakukan digitalisasi yang memudahkan transaksi.
“Tanpa diingkari bahwa wanita adalah penentu produk yang kita jual. Jadi kami ( memang sangat concern terhadap kebutuhan dari para wanita. Waringin Hospitality sendiri kedepannya kita pelan-pelan dan pasti go digital dan kita juga buka di marketplace, jadi teman-teman atau ibu-ibu yang mau beli voucher kita bisa dibeli di market place dan juga kebutuhan lain untuk lebih detail bisa dibeli di website kita,” ujar Metty.

“Jadi peranan wanita itu memang benar bahwa itu jadi keunggulan kita bahwa kita bicara sebenarnya yuk go digital tanpa ikut-ikutan karena enggak segampang itu. Dan kita harus menyiapkan SDM yang beradaptasi dari offline ke online,” tambahnya lagi.

Webinar Leadership: “Women's Role On Advancing Digital and Technology in Indonesia” ini ditutup oleh pemaparan dari Tina Kemala Intan selaku Direktur SDM Tata Kelola & Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia (Persero). Ia menjelaskan bahwa PT Pupuk Indonesia (Persero) Ingin menjadi perusahaan nasional yang berkelas dunia untuk nutrisi tanaman dan solusi pertanian.

Hal itu bisa dicapai dengan menjalankan salah satu strategi, yakni Digital and Advanced Analytic Capability, bagaimana perusahaannya memiliki kapabilitas, analitik dan juga digital untuk menunjang transformasi bisnis.

Disamping itu, Tina juga berupaya untuk terus mengajak para perempuan untuk terus berupaya mengejar karier dan mendapatkan lingkungan pekerjaan yang nyaman.

“Saya kebetulan aktif di srikandi BUMN dan kita bergerak bersama-sama para perempuan di BUMN mengajak semua perempuan di Indonesia untuk lebih eksis lagi, bisa punya karier yang lebih baik, bisa mendapatkan ekosistem yang baik dalam bekerja sehingga bisa berkarier dengan nyaman. Ternyata dalam perjalanan tuh berbeda karena lumayan banyak challenge buat perempuan bisa punya karier yang sampai tinggi,” tutupnya.

Foodpreneur Di Tengah Pandemi

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan