logo


Kalimantan Disebut Tempat Jin Buang Anak, Demokrat: Edy Mulyadi Harus Segera Minta Maaf

mestinya ketika tidak setuju tentang peralihan ibu kota negara ke Kalimantan bukan lantas menyerang harkat dan martabat masyarakatnya.

24 Januari 2022 10:53 WIB

Ibukota Baru
Ibukota Baru Instagram/nyoman_nuarta

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota DPR dapil Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Purwanto mengaku geram atas pernyataan Edy Mulyadi yang menyudutkan masyarakat pulau Borneo.

Dia mengatakan, mestinya ketika tidak setuju tentang peralihan ibu kota negara ke Kalimantan bukan lantas menyerang harkat dan martabat masyarakatnya.

"Itu sudah di luar konteks. Maksudnya apa mengatakan Kalimantan tempat pembuangan anak jin? Tanpa Kalimantan mungkin Indonesia ini tidak akan terang karena bahan baku listrik berasal dari pulau kami. Kritik boleh saja tapi jangan sampai melebar ke soal SARA dan harga diri warga Kalimantan," kata Politikus Partai Demokrat itu di Jakarta, Minggu (23/01/2022).


Kalimantan Disebut Tempat Jin Buang Anak, Mukhtarudin: Sangat Mengusik Harga Diri Kami!

Bambang menegaskan, kritik soal pemindahan ibu kota negara harusnya disampaikan dengan cara yang bermartabat.

"Tanpa harus menyinggung harkat dan martabat warga Kalimantan. Jelas kami sebagai warga Borneo sangat tersinggung dengan pernyataan saudara Edy Mulyadi itu. Sebaiknya yang bersangkutan segera meminta maaf secara terbuka kepada warga Kalimantan secara keseluruhan," kata Anggota Komisi IV DPR RI itu.

Kendati demikian, Bambang tak menampik adanya pro kontra yang berkembang di tengah masyarakat terkait pemindahan ibu kota negara tersebut.

"Mestinya ada kajian yang mendalam soal IKN ini. Wajar ada pro kontra karena di satu sisi ekonomi bangsa sedang sulit. Biaya pemindahan ibu kota kan gak sedikit. Alangkah baiknya biaya yang besar itu digunakan untuk mengurangi angka kemiskinan yang kian tinggi. Demokrat pada posisi mendukung pemindahan IKN ini sepanjang kajiannya matang, biayanya memadai tapi kalau tergesa-gesa sebaiknya dipikirkan kembali," ujarnya.

Bambang kembali menegaskan, pentingnya kajian yang mendalam agar berefek positif terhadap keberlangsungan warga Kalimantan itu sendiri.

"Jangan sampai warga Kalimantan jadi penonton di rumahnya sendiri dengan adanya IKN baru ini. Jangan sampai tergusur, tercabut akar budayanya, hancur lingkungannya. Hal-hal semacam ini harus jadi perhatian serius pemerintah semestinya sebelum memindahkan IKN baru ke Kalimantan. Jangan sampai gegap gempita akan menuai malapetaka yang akan dirasakan warga Kalimantan nantinya," tegasnya.

Diketahui, lewat Instagram, Edy mengunggah video viral. Dalam aksinya, Edy Mulyadi menyebut Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sebagai tempat pembuangan anak jin.

"Ini ada sebuah tempat elit, punya sendiri, yang harganya mahal, punya gedung sendiri, lalu dijual, pindah ke tempat jin buang anak," kata Edy Mulyadi dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

"Pernyataan ini yang merupakan penghinaan terhadap warga Borneo sehingga harus minta maaf secara terbuka," pungkas Bambang.

Edy Mulyadi Tuding IKN Dibangun Pengembang China, PDIP: Pidatonya Seperti Jurus Mabuk

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar