logo


Kepercayaan Ukraina terhadap Berlin Hancur Gegara Pernyataan Kontroversial Petinggi Militer Jerman

Mundurnya petinggi Angkatan Laut Jerman usai membuat pernyataan kontroversial terkait wilayah Krimea tak cukup memulihkan kepercayaan Ukraina terhadap Jerman

23 Januari 2022 18:56 WIB

Pasukan militer Ukraina
Pasukan militer Ukraina istimewa

KIEV, JITUNEWS.COM - Pengunduran diri komandan Angkatan Laut Jerman yang membuat pernyataan kontroversial tentang wilayah Krimea, sebuah wilayah yang diperebutkan oleh Ukraina dan Rusia, tidak akan cukup untuk memulihkan kepercayaan Kiev terhadap Berlin. Hal itu disampaikan oleh Duta Besar Ukraina untuk Jerman Andriy Melnyk pada hari Minggu (23/1).

Seperti diketahui, Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht pada Sabtu (22/1) menerima pengunduran diri komandan Angkatan Laut, Wakil Laksamana Kay-Achim Schonbach. Itu terjadi sehari setelah Schonbach mengatakan bahwa wilayah Krimea tidak akan pernah kembali ke Ukraina dan menyebut tuduhan Barat atas Moskow yang diduga berencana untuk menyerang Ukraina sebagai "omong kosong".

"Kesombongan dan Megalomania Jerman. Meskipun Ukraina menyambut baik pengunduran diri Inspektur Angkatan Laut Kay-Achim Schonbach tepat waktu, langkah ini tidak cukup untuk mengembalikan kepercayaan penuh pada politik Jerman. Pemerintah harus mengubah arahnya menuju Kiev," tulis Melnyk di Twitter .


Perwira Tinggi Ukraina Mengaku Tahu Kapan Rusia Akan Menginvasi Negaranya

Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa mereka terbuka untuk berdialog dengan negara-negara Barat atas dasar saling menghormati, dan tidak dapat disalahkan atas memburuknya hubungan kedua belah pihak.

Semenanjung Krimea menjadi bagian dari Rusia dalam referendum yang diadakan pada Maret 2014, di mana hampir 96% warga Krimea memilih untuk bergabung dengan Rusia, tetapi Kiev menganggap Krimea sebagai wilayah Ukraina yang diduduki Rusia. Moskow menyatakan bahwa keputusan rakyat Krimea dibuat sesuai sepenuhnya dengan hukum internasional dan Piagam PBB. Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, masalah Krimea "sudah ditutup untuk selamanya".

Inggris Sebut Rusia Ingin Bentuk Pemerintahan Boneka di Ukraina, Moskow: Omong Kosong

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia