logo


Petinggi Militer Jerman Resign Usai Bikin Komentar Kontroversial soal Putin dan Ukraina

Petinggi Angkatan Laut Jerman Kay-Achim Schönbach mengatakan bahwa Rusia tidak berniat melancarkan serangan terhadap Ukraina.

23 Januari 2022 08:26 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Kepala Angkatan Laut Jerman telah mengundurkan diri setelah mengeluarkan komentar kontroversial terkait Ukraina.

Kay-Achim Schönbach mengatakan gagasan bahwa Rusia ingin menyerang Ukraina adalah omong kosong. Dia menambahkan bahwa semua yang diinginkan Presiden Putin hanyalah rasa hormat.

Sejumlah negara telah memasok senjata ke Ukraina, termasuk AS dan Inggris. Tetapi Jerman tidak bersedia menyediakan amunisi bagi Ukraina.


Jerman Tolak Kirim Senjata ke Ukraina, Kiev: Mendorong Vladimir Putin untuk Meluncurkan Serangan Baru

Rusia sendiri diketahui telah berulang kali membantah klaim bahwa mereka berniat untuk menyerang Ukraina. Presiden Vladimir Putin juga telah mengeluarkan tuntutan ke Barat soal jaminan keamanan bagi Rusia, termasuk agar Ukraina tidak diijinkan bergabung dengan NATO.

Dia juga ingin NATO menghentikan latihan militer di dekat wilayah Rusia dan berhenti mengirim senjata ke negara-negara Eropa timur, yang mana kedua hal tersebut ia anggap sebagai ancaman langsung terhadap keamanan Rusia.

Schönbach mengatakan pada hari Sabtu (22/1) bahwa dia telah mengundurkan diri dari jabatannya untuk "mencegah kerusakan lebih lanjut".

Dia membuat komentar saat berbicara di sebuah diskusi think-tank di India pada hari Jumat dan video itu kemudian dipublikasikan ke media sosial.

Dalam video tersebut, Schönbach mengatakan Putin perlu diperlakukan secara adil oleh negara barat.

"Sangat mudah untuk memberinya rasa hormat yang benar-benar dia tuntut - dan mungkin juga pantas mendapatkannya," katanya.

Dia menambahkan bahwa semenanjung Krimea, yang dicaplok Rusia pada 2014, "hilang dan tidak akan pernah kembali".

Kementerian luar negeri Ukraina menggambarkan komentar Schönbach sebagai sebuah hal "sangat tidak dapat diterima".

Militer AS Konfirmasi Ada Tentara Bayaran Rusia yang Beroperasi di Mali

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia