logo


Jerman Tolak Kirim Senjata ke Ukraina, Kiev: Mendorong Vladimir Putin untuk Meluncurkan Serangan Baru

Ukraina mengatakan bahwa keputusan Jerman tersebut secara tidak langsung mendorong Vladimir Putin melancarkan serangan baru terhadap negerinya

23 Januari 2022 07:00 WIB

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba istimewa

KIEV, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba pada Sabtu (22/1) mengecam keputusan pemerintah Jerman yang menolak untuk memasok senjata ke Kyiv. Ia mendesak Berlin untuk berhenti "merusak persatuan" dan "memberikan dukungan bagi Vladimir Putin" di tengah kekhawatiran invasi Rusia terhadap Ukraina.

Seruan Ukraina kepada sekutu Barat untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya telah membuat Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Baltik setuju untuk mengirim senjata ke Kyiv, termasuk rudal anti-tank dan anti-pesawat.

Kuleba mengatakan di Twitter bahwa pernyataan Jerman “tentang ketidakmungkinan memasok senjata pertahanan ke Ukraina” tidak sesuai dengan “situasi keamanan saat ini.”


The Fed Perketat Kebijakan Moneter, Nilai Tukar Bitcoin Kembali Anjlok

Menteri Ukraina menekankan bahwa “hari ini persatuan Barat dalam kaitannya dengan Rusia lebih penting dari sebelumnya.”

“Mitra Jerman harus berhenti merusak persatuan dengan kata-kata dan tindakan seperti itu dan mendorong (Presiden Rusia) Vladimir Putin untuk meluncurkan serangan baru ke Ukraina,” kata Kuleba dikutip Sputniknews.

"Ukraina berterima kasih kepada Jerman atas dukungan yang telah diberikannya, tetapi pernyataannya saat ini mengecewakan," tambahnya.

Sebelumnya pada hari Sabtu Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan bahwa Berlin akan mengirim rumah sakit lapangan ke Ukraina, sementara sekali lagi menolak permintaan pasokan senjata dari Kyiv.

Berlin telah mengirimkan respirator ke Ukraina dan tentara Ukraina yang terluka parah saat ini dirawat di rumah sakit Bundeswehr, katanya.

“Pengiriman senjata tidak akan membantu saat ini – itu adalah konsensus di dalam pemerintah,” kata Lambrecht.

Partai Oposisi Ukraina Tak Terima Anggotanya Diberi Sanksi oleh AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia