logo


The Fed Perketat Kebijakan Moneter, Nilai Tukar Bitcoin Kembali Anjlok

Nilai tukar Bitcoin mengalami penurunan sebesar 7,2 persen pada Sabtu (22/1)

23 Januari 2022 06:15 WIB

Bitcoin
Bitcoin istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Nilai tukar mata uang digital terbesar di dunia, Bitcoin, dilaporkan mengalami penurunan ke level $34.042,78 atau setara dengan Rp 490 juta pada hari Sabtu (23/1). Hal itu menandai penurunan sebesar 7,2%. Sementara itu menurut Coinbase, penurunan juga dialami oleh sejumlah mata uang kripto lain seperti Ethereum yang turun 12%. Solana dan Cardano masing-masing turun setidaknya 17%.

"Posisi margin yang dilikuidasi menyebabkan gelombang tekanan jual tambahan, karena aset yang telah dijadikan jaminan dijual secara paksa untuk membayar pinjaman margin," kata Hayden Hughes, chief executive officer di Alpha Impact di Singapura, kepada Bloomberg.

Ia memprediksi jika mata uang kripto membutuhkan waktu untuk membentuk dasar dan kepercayaan untuk kembali, sebelum memproyeksikan segala jenis bullish.


Jerman Tidak Yakin Krimea Bisa Kembali ke Pangkuan Ukraina

Kemerosotan dalam transaksi mata uang kripto dan sahamnya disebabkan oleh langkah terbaru yang diambil oleh Federal Reserve AS untuk memperketat kebijakan moneter pada kecepatan yang lebih cepat dari yang diharapkan. Dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi, The Fed dapat menaikkan suku bunga utama tiga kali tahun 2022 ini.

Pasar mata uang kripto juga telah diguncang oleh tindakan keras pemerintah China dan Rusia yang melarang semua transaksinya.

PBB Gelar Investigasi di Republik Afrika Tengah soal Operasi Militer terhadap Warga Sipil

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia