logo


PBB Gelar Investigasi di Republik Afrika Tengah soal Operasi Militer terhadap Warga Sipil

Republik Afrika Tengah sudah dihantam krisis keamanan setelah aksi kudeta pada 2013.

23 Januari 2022 06:00 WIB

Pasukan penjaga perdamaian PBB
Pasukan penjaga perdamaian PBB sputniknews

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Misi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA) telah mengirim sejumlah delegasinya ke daerah utara kota Bria dimana pasukan pemerintah bersama dengan kelompok lain dilaporkan melakukan operasi militer yang mematikan, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Agence France-Presse melaporkan, mengutip pernyataan dari beberapa pejabat PBB bahwa organisasi internasional tersebut sedang menyelidiki operasi di dekat Bria yang diduga dilakukan oleh pasukan pemerintah dan perusahaan swasta penyedia tentara bayaran asal Rusia, Wagner Group.

Operasi yang konon dilakukan pada 16-17 Januari itu menewaskan lebih dari 30 orang, beberapa diantaranya merupakan warga sipil. Kantor berita menambahkan bahwa operasi itu menargetkan gerilyawan dari Persatuan untuk Perdamaian di Republik Afrika Tengah (UPC).


Kanada Tawarkan Pinjaman Hingga USD 120 Juta kepada Ukraina

"MINUSCA mengirimkan misi gabungan, yang terdiri dari Pasukan, UNPOL, dan tim hak asasi manusia, ke daerah insiden, dan terus menilai situasi, memastikan langkah-langkah yang perlu diambil untuk melindungi warga sipil," kata Dujarric pada Jumat (21/1) malam.

Dia menambahkan bahwa misi tersebut akan mengkonfirmasi jumlah korban dan pengungsian.

Negara Afrika itu diketahui sudah terjerumus ke dalam krisis keamanan berkat adanya aksi kudeta pemerintahan pada tahun 2013 yang lalu, diikuti oleh kekerasan antara Seleka yang mayoritas Muslim dan pejuang Kristen Anti-Balaka. Pemerintah dan para pemimpin 14 kelompok bersenjata menandatangani kesepakatan damai pada Februari 2019 untuk mengakhiri pertempuran. Namun, pihak berwenang belum mendapatkan kembali kendali atas sebagian besar wilayah negara.

Jerman Tidak Yakin Krimea Bisa Kembali ke Pangkuan Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia