logo


Balas Ernest soal Nusantara, Abu Janda: Rajin Baca Dulu Sebelum Bicara, Biar Gak Kelihatan Bodohnya

Kata Nusantara itu sangat erat dengan sejarah Kalimantan Timur.

22 Januari 2022 15:57 WIB

Permadi Arya alias Abu Janda
Permadi Arya alias Abu Janda instagram.com/permadiaktivis2

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Komika Ernest Prakasa turut berkomentar soal keterpilihan “Nusantara” sebagai nama Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Menurutnya, Nusantara kurang pas untuk dijadikan nama ibu kota karena cakupan pengertiannya sangat luas.

“Sejak dulu makna “Nusantara” adalah keseluruhan Indonesia. Kalo dijadiin nama ibukota, buat gw sih agak janggal. Ya ga sih?” kicaunya di akun Twitter @ernestprakasa, Rabu (19/1).

Pendapat Ernest itu langsung disambar oleh pegiat media sosial Permadi Arya. Pria yang kerap disapa Abu Janda itu menerangkan bahwa kata Nusantara itu sangat erat dengan sejarah Kalimantan Timur. Oleh karena itu, ia menganggap Ernest minim literasi sejarah.


Sarankan Arteria Dahlan Minta Maaf, Abu Janda: Orang Sunda Berjiwa Besar, Pasti Dimaafin

“Seleb @ernestprakasa nyinyirin nama ibukota baru.. katanya janggal kalo 'Nusantara' dijadikan nama ibukota negara.. ini akibat Ernest Prakasa minim literasi sejarah (alias males baca),” tulisnya di akun Instagram @permadiaktivis2, dikutip Sabtu (22/1).

“Jadi (Ernest –red) tidak tahu kalo kata Nusantara itu sangat erat dengan sejarah Kalimantan Timur,” lanjutnya.

Abu Janda menyebutkan bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara yang berlokasi di Kaltim, dulunya bernama Nusantara. “Diungkap oleh sejarawan asal Samarinda Kaltim yang bernama Muhammad Sarip,” katanya.

“Bahkan orang-orang yang tinggal di kerajaan Kutai Kartanegara dulu disebut orang-orang Nusantara,” jelas Abu Janda.

Lantas, Abu Janda menjadikan Ernest sebagai contoh yang tidak baik bagi masyarakat. Menurutnya, setiap orang mesti rajin membaca agar tidak sembarangan bicara.

“Ernest Prakasa adalah pelajaran bagi kita semua agar tidak minim literasi. Budayakan rajin membaca dulu sebelum berbicara, agar tidak kelihatan bodohnya,” sindirnya.

Wagub DKI Beberkan Nasib Jakarta Usai Ibu Kota Pindah ke Kaltim

Halaman: 
Penulis : Iskandar