logo


Pemakzulan Presiden itu Sah, MS Kaban Minta DPR Baca Aturannya

Pembentukan UU Cipta Kerja bisa jadi pijakan untuk memakzulkan presiden karena termasuk perbuatan tercela.

22 Januari 2022 13:51 WIB

MS Kaban
MS Kaban republika.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wakil Majelis Syuro Partai Ummat, MS Kaban menganggap UU Cipta Kerja sebagai salah satu produk tercela dari pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, hal itu bisa menjadi landasan untuk memakzulkan sang kepala negara saat ini.

“Presiden RI harus paham bahwa pemakzulan Presiden itu sah legal konstitusional berdasarkan perintah UU. Salah satu syaratnya melakukan perbuatan tercela misalnya melanggar UUD’45 contoh tentang UU cipta kerja,” kicaunya di akun Twitter @MSKaban3, dikutip Sabtu (22/1).

Menindaklanjuti hal tersebut, MS Kaban mendorong DPR untuk mempelajari UU tentang pemakzulan presiden.


Sentil Arief Poyuono, Mustofa Nahra: Hidup di Jakarta kok Kaget Lihat Banjir!

“Wakil rakyat perlu baca UU terkait pemakzulan Presiden. Salam PCR,” tuntas eks menteri kehutanan itu.

Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) menilai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja cacat formil karena proses pembentukannya tidak melibatkan partisipasi publik.

"Menimbang bahwa seluruh pertimbangan hukum di atas oleh karena terhadap tata cara pembentukan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tidak didasarkan pada cara dan metode yang pasti, baku, dan standar serta sistematika pembentukan undang-undang," kata hakim konstitusi Suhartoyo dalam sidang, Kamis (25/11/2021).

Alasan lainnya, terjadi perubahan penulisan terhadap subtansi terkait persetujuan bersama DPR dan presiden, dan bertentangan dengan asas-asas peraturan perundang-undangan.

"Maka Mahkamah berpendapat proses pembentukan Undang-Undang Nomor 11/2020 adalah tidak memiliki ketentuan berdasarkan Undang-Undang 1945 sehingga harus dinyatakan cacat formil," ujar Suhartoyo.

UU Ciptaker Dinilai Mengurangi Semangat Otonomi Daerah, Mahyudin: Banyak Kewenangan Ditarik Pemerintah Pusat

Halaman: 
Penulis : Iskandar