logo


Pengunggah Kuitansi Tarif Parkir Bus di Malioboro Rp350 Ribu Ternyata Korban Mark Up, Pemkot Yogyakarta Tak Jadi Gugat

Korban merasa dipermainkan oleh kru bus dan tukang parkir.

22 Januari 2022 12:54 WIB


YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi memastikan pihaknya telah mengurungkan niat untuk menggugat pengunggah kuitansi di media sosial yang mengabarkan tarif parkir bus di kawasan Malioboro sebesar Rp350 ribu. Keputusan itu diambil usai pengunggah, yang ternyata korban mark up, telah melakukan klarifikasi.

“Karena Beliau termasuk yang merasa dipermainkan dengan kuitansi, yang bahkan ada dua dan berbeda,” tulisnya lewat akun Facebook-nya, dikutip Sabtu (22/1).

Heroe lantas menyampaikan terima kasih atas klarifikasi yang memuat kronologi kejadian, dan posisi sang pengunggah sebagai korban.


Bakal Dilaporkan Pigai ke Polisi soal Rasis, Sultan HB X Tanggapi Begini

“Maka tidak ada niat apapun dari Pemkot Yogyakarta untuk menggugat korban yang mengunggah itu. Sekali lagi, malah diucapkan terima kasih,” jelasnya.

Sebelumnya, selain oknum mark up, Pemkot Yogyakarta berencana untuk memidanakan pengunggah foto kuitansi soal tarif parkir selangit lantaran mencoreng nama baik Kota Gudeg.

“Unggahan pertama cerita kena thutuk Rp350 ribu, tapi di lapangan setelah dicek, soal mark up,” kata Heroe. Setelah diusut lebih dalam, ternyata ada kongkalikong mark up antara kru bus dan tukang parkir yang meminta kuitansi ditulis sebesar Rp350 ribu.

Heroe juga menerangkan rombongan bus wisata tersebut tidak mematuhi sistem satu pintu di Terminal Giwangan untuk diperiksa perlengkapan kesehatan Covid-19, sehingga tidak memperoleh nomor parkir di tempat parkir resmi.

“Buktinya, bus itu ada di tempat parkir liar," ujar Heroe.

Nyantai di Warung Kopi Klotok Jogja, Firli Bahuri: Kita Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

Halaman: 
Penulis : Iskandar