logo


Bantah Anies Dicueki Warga di MRT, Musni Umar: Sejak Covid Tak Boleh Ngobrol

Sejak Covid-19, penumpang tidak diperbolehkan bercakap dengan penumpang lain.

21 Januari 2022 18:22 WIB

Musni Umar
Musni Umar twitter.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar meluruskan tudingan yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diabaikan warganya saat naik moda raya terpadu (MRT).

Musni mengingatkan tentang tata tertib penumpang MRT, yakni tidak diperbolehkan bercakap dengan penumpang lain, maupun melalui ponsel. Kebijakan itu, kata dia, ditempuh guna mencegah penularan Covid-19.

“Saya langganan naik MRT. Sejak Covid tidak boleh ngobrol dan ngomong ketika terima telpon. Itu aturannya untuk cegah penyebaran Covid-19,” cuitnya di akun Twitter @musniumar, Jumat (21/1).


Dikritik Formula E Tak Ada di RPJMD, Anies: Asian Games, MotoGp Juga Nggak Ada, Semua Garis Besar

Pernyataan Musni Umar itu menanggapi kicauan akun @mulstiyawan yang menyebut Anies Baswedan ‘dicueki’ warganya ketika berada di dunia nyata.

Kicauan itu melengkapi gambar yang memperlihatkan Anies diapit dua penumpang di sebuah gerbong MRT. Interaksi tampak tidak terjadi di antara mereka.

“Di puja-puji di dunia maya di dunia nyata dicuakin warga jakarta.. pye ples toples,” kicau netter.

Sebagaimana diketahui, PT MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta menerapkan prokes ketat kepada penumpang demi mencegah penularan Covid-19. Penumpang wajib bermasker, dilarang bercakap-cakap dengan penumpang lain, maupun lewat telepon seluler.

“Seperti yang diketahui bahwa COVID-19 umumnya dapat ditularkan melalui tetesan droplet yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara,” tulis akun Instagram PT MRT Jakarta, @mrtjkt.

“Oleh karena itu, selain kewajiban penggunaan masker pada lingkungan MRT Jakarta, para penumpang diimbau untuk tidak melakukan percakapan, baik secara langsung dengan penumpang lain atau secara tidak langsung melalui telepon genggam,” sambungnya.

Peneliti AS Bilang Kekebalan Alami Hasil Infeksi Covid-19 Jauh Lebih Baik daripada Vaksinasi

Halaman: 
Penulis : Iskandar