logo


Peneliti AS Bilang Kekebalan Alami Hasil Infeksi Covid-19 Jauh Lebih Baik daripada Vaksinasi

Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular AS mengatakan bahwa para penyintas Covid-19 memiliki sistem kekebalan yang jauh lebih baik daripada mereka yang disuntik vaksin Covid-19

21 Januari 2022 16:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Hasil penelitian yang dipublikasikan pada Rabu (19/1) oleh Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC), menemukan bahwa ketika varian Delta menjadi jenis virus corona yang dominan selama paruh kedua tahun 2021, orang yang divaksinasi enam kali lebih kecil kemungkinannya untuk tertular Covid- 19 daripada mereka yang tidak atau belum mendapatkan suntikan vaksin.

Namun, mereka yang telah terinfeksi varian virus corona sebelumnya, tetapi belum divaksinasi, memiliki kemungkinan antara 15 dan 29 kali lebih kecil untuk tertular virus, atau dalam kata lain kekebalan alami yang disebabkan oleh infeksi varian Delta jauh lebih efektif mencegah penularan Covid-19 dibandingkan kekebalan hasil vaksinasi.

Perbedaan serupa terlihat pada tingkat rawat inap, dengan kekebalan sebelumnya memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap rawat inap daripada vaksinasi.


Ngadu Ke Bobby Soal Nakes Suntik Vaksin Kosong ke Murid SD, Dinkes Medan: Beliau Sangat Khawatir

Terlepas dari kelemahannya jika dibandingkan dengan kekebalan alami, CDC menekankan bahwa “vaksinasi tetap menjadi strategi teraman” untuk mencegah infeksi Covid-19.
"Hal ini karena terinfeksi Covid untuk pertama kalinya membawa risiko yang signifikan," kata Dr. Eli Rosenberg, salah satu peneliti CDC kepada CNN.

Sementara itu, Dr. Erica Pan, ahli epidemiologi negara bagian California, merekomendasikan bahwa vaksinasi juga perlu diberikan kepada para penyintas Covid-19, untuk memastikan mereka mendapatkan perlindungan tambahan.

Kesimpulan penelitian ini bertentangan dengan klaim sebelumnya dari pejabat tinggi kesehatan AS. Pada awal wabah Delta Mei lalu, Kepala Penasihat Medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci bersikeras bahwa vaksin “lebih baik daripada respons kekebalan yang disebabkan oleh infeksi alami.”

Fauci juga dituduh oleh anggota parlemen Partai Republikan telah mengabaikan penelitian yang menggembar-gemborkan manfaat kekebalan alami. Mereka meyakini jika pernyataan tersebut sengaja dibuat oleh Fauci untuk mendorong semua orang agar bersedia divaksinasi.

 

Petinggi Al Qaeda Tewas dalam Serangan Drone AS di Yaman

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia