logo


Polemik Arteria Disebut Tak Pengaruhi Pemilu 2024, Pakar: Yang Menghina Sunda Bukan Megawati

Masyarakat disebut memilih partai politik berdasarkan tokoh sentral

21 Januari 2022 13:30 WIB

Arteria Dahlan.
Arteria Dahlan. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo menilai polemik kader PDIP Arteria Dahlan yang mempermasalahkan bahasa Sunda dapat menjadi salah satu pemicu turunnya elektabiltas suara partai PDIP di Jabar pada 2024.

Mesk demikian, kata dia, hal tersebut tidak terlalu memberikan efek yang besar untuk Pemilu mendatang.

"Jadi di 2019, PDIP itu sudah turun ya, yang biasanya puncak klasemen, dia selalu perolehan tertinggi, 2019 sudah disalip oleh Gerindra. Jadi kalau menurut saya trennya akan menurun? iya. Tapi apakah karena Arteria Dahlan? mungkin itu hanya salah satu dari sekian banyak," kata Kunto dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (21/1/2022).


Terbitkan Rekomendasi Pemecatan, PDIP Jabar Sebut Ucapan Arteria Dahlan Tak Pantas

Ia mengatakan bahwa suara PDIP di Jabar akan tetap tinggi. Masyarakat, kata dia, akan memilih partai politik berdasarkan tokoh sentral. Meski demikian, polemik Arteria Dalan disebut bisa menjadi serangan lawan dalam pemilu kelak.

"Mereka floating mass. Jadi karena menurut mereka, yang korupsi bukan Bu Megawati. Jadi kalau pun Arteria Dahlan melakukan ini, yang menghina Sunda kan bukan bu Megawati. Jadi menurut saya, kantong-kantong PDIP di Jabar terutama yang daerah Pantura masih tinggi," bebernya.

"Namun ya itu, warga Jabar melihat masih tokoh kebanyakan. Bahkan, mereka akan sangat melihat tokoh dari pada platform partai seperti visi-misi, ideologi, program, itu nomor sekian ya. Apalagi Arteria dapil bukan di Jabar ya, di Jatim, bahkan ke Arteria sekalipun itu tidak akan berefek banyak mungkin," pungkasnya.

 

Gaduh Arteria Dahlan Soal Bahasa Sunda, Pakar: Elektabilitas PDIP Kian Merosot

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati