logo


Sarankan Arteria Dahlan Minta Maaf, Abu Janda: Orang Sunda Berjiwa Besar, Pasti Dimaafin

Jangan sampai Arteria Dahlan dicap sebagai sosok arogan.

21 Januari 2022 08:28 WIB

Permadi Arya alias Abu Janda
Permadi Arya alias Abu Janda Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menyarankan anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan agar lekas meminta maaf usai mengusulkan pencopotan Kajati karena memakai Bahasa Sunda saat rapat di DPR.

Abu Janda mengatakan masyarakat Sunda telanjur dibuat marah oleh sikap Arteria tersebut. Sebab, Bahasa Sunda seolah tidak layak mendapatkan ruang, khususnya di forum pejabat.

“Saya adalah warga Jakarta yang sudah lama tinggal di Bandung. Saya cuma ngasih tahu bahwa pernyataan Bang Arteria itu sudah bikin orang Sunda ngamuk. Jadi apapun yang dimaksud Bang Arteria sudah diterima salah sama orang Sunda. Sekarang orang Sunda sudah marah,” ujarnya dalam video yang diunggah di akun Instagram @permadiaktivis2, dikutip Jumat (21/1).


Klarifikasi Arteria Soal Mobilnya Bernopol Sama: Itu Hanya Tatakan, Bisa Diganti

Menurut Abu Janda, minta maaf adalah langkah paling tepat bagi Arteria saat ini. Jika bersikukuh tak mau minta maaf, kata dia, masyarakat akan mengecap Arteria sebagai sosok yang arogan. Cap itu nantinya berdampak buruk bagi Arteria sendiri maupun PDIP.

“Mendingan minta maaf aja lah. 10 tahun saya tinggal di Bandung, saya kenal orang Sunda jiwanya besar. Kalau minta maaf pasti dimaafin, daripada ngotot gak mau minta maaf kesannya arogan,” tuntasnya.

Sebelumnya, Arteria meminta jajaran Kejaksaan Agung bersikap profesional saat bekerja. Arteria menyinggung seorang Kajati menggunakan bahasa Sunda saat rapat kerja.

"Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu," kata Arteria saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (17/1).

"Kita ini Indonesia, Pak. Jadi orang takut kalau ngomong pakai bahasa Sunda nanti orang takut ngomong apa dan sebagainya. Kami mohon sekali yang seperti ini dilakukan penindakan tegas," imbuhnya.

Anies Sebut Jajaran DKI Kerja 'Senyap' Tuntaskan Banjir, Gembong PDIP: Memang Tak Ada yang Dikerjakan

Halaman: 
Penulis : Iskandar