logo


Beijing Sebut Kapal Perang AS Masuki Wilayah Perairan China Tanpa Ijin

Militer China mengatakan bahwa tindakan provokasi AS tersebut meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan

20 Januari 2022 20:30 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi reuters

BEIJING, JITUNEWS.COM - Armada Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengatakan bahwa pihaknya terpaksa mengerahkan pasukan untuk mencegat kapal perang AS USS Benfold yang telah berlayar ke dalam wilayah teritorial China tanpa ijin. PLA menyebut tindakan provokatif semacam itu berpotensi meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan.

"Kami dengan sungguh-sungguh menuntut agar pihak AS segera menghentikan tindakan provokatif seperti itu, jika tidak maka akan menanggung konsekuensi serius dari peristiwa yang tidak terduga," demikian pernyataan PLA, dikutip Reuters.

Sementara itu, Aramada ke-7 Angkatan Laut AS membantah jika USS Benfold telah memasuki perbatasan China, meski kapal tersebut beroperasi di wilayah perairan tersebut. Mereka menambahkan bahwa misi USS Benfold tersebut mencerminkan komitmen Angkatan Laut AS untuk mempertahankan kebebasan navigasi di Laut China Selatan.


Soal Invasi ke Ukraina, Joe Biden Ancam Jatuhkan Sanksi Ekonomi Berat terhadap Rusia

"Pernyataan RRC tentang misi ini salah," kata juru bicara Armada ke-7 Mark Langford dalam sebuah pernyataan.

"Benfold melakukan operasi kebebasan navigasi sesuai dengan hukum internasional, dan terus melakukan operasi normal di perairan internasional," tambahnya.

Angkatan Laut AS mengakui bahwa mereka sering melakukan misi semacam itu di Laut China Selatan untuk menantang klaim teritorial China.

“Amerika Serikat akan terus membela hak setiap negara untuk terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan, seperti yang dilakukan USS Benfold minggu ini. Tidak ada yang dikatakan RRC yang akan menghalangi kami,” tukasnya.

Covid-19 Tak Akan Hilang, Menkes Inggris Minta Warga Belajar Hidup Berdampingan dengan Virus

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia