logo


Akan Ada Pandemi yang Lebih Buruk daripada Covid-19, Bill Gates Minta Negara Kaya Tingkatkan Investasi di Bidang Kesehatan

Bill Gates memprediksi jika akan ada pandemi yang jauh lebih mematikan di masa depan daripada pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung saat ini

20 Januari 2022 17:30 WIB

Bill Gates
Bill Gates istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Salah satu pendiri Microsoft Bill Gates telah memperingatkan bahwa di masa depan akan ada sebuah virus yang jauh lebih mematikan daripada virus Covid-19. Oleh karena itu, ia meminta negara-negara kaya untuk terus meningkatkan investasi mereka kepada perusahaan farmasi untuk pengembangan vaksin dan obat-obatan.

Salah satu orang terkaya di dunia tersebut menjelaskan bahwa dengan berinvestasi dalam penelitian vaksin dan kapasitas produksi untuk memastikan bahwa suntikan di masa depan dengan cepat tersedia di seluruh dunia, pemerintah dapat mempersiapkan diri untuk mencegah terjadinya wabah baru di masa depan.

“Ketika kita berbicara tentang menghabiskan miliaran untuk menabung? . . . triliunan kerusakan ekonomi dan puluhan miliar nyawa, ini adalah polis asuransi yang cukup bagus,” katanya, dikutip RT.com.


Intel Rusia Tuduh AS Siapkan Rencana Jahat untuk Rusak Olimpiade Musim Dingin Beijing

CEPI mencoba mengumpulkan $3,5 miliar untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan vaksin baru menjadi 100 hari. Gates memuji kelompok itu karena menyelamatkan nyawa dengan membantu mendanai uji coba beberapa vaksin yang sekarang diizinkan untuk diinokulasi melawan Covid-19, tetapi dia menyesalkan bahwa pasokan yang memadai belum cukup cepat untuk mencapai negara-negara berkembang.

"Itu adalah uang berisiko yang menyebabkan persidangan berlangsung ... Jadi ada manfaat global yang sangat besar. Kami semua jauh lebih pintar sekarang, dan kami membutuhkan lebih banyak kapasitas untuk waktu berikutnya,” lanjutnya.

Wellcome Trust, sebuah badan amal Inggris yang berfokus pada penelitian medis, mencocokkan yayasan Gates dengan janji $150 jutanya sendiri kepada CEPI. Jeremy Farrar, direktur Wellcome Trust, juga berkomentar tentang bahaya pandemi di masa depan. CEPI dibentuk setelah epidemi Ebola 2013 hingga 2016.

“Kami dulu dan sekarang hidup di apa yang saya pikir adalah era epidemi dan pandemi yang lebih sering dan lebih kompleks,” kata Farrar.

Terancam Tak Dapat Pasokan Gas dari Rusia, Moldova Umumkan Status Keadaan Darurat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia