logo


Atlet AS Diminta Tutup Mulut soal Isu HAM saat Berlaga di Olimpiade Beijing

Atlet ski asal AS mengaku kecewa dengan kebijakan AS yang tidak mengijinkan para atlet untuk berkomentar terkait isu HAM saat bertanding di ajang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

20 Januari 2022 15:30 WIB

Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022
Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Seorang pemain ski di tim Olimpiade Musim Dingin AS telah memperingatkan rekan-rekan atletnya untuk tetap diam demi kebaikan mereka sendiri selama acara tersebut setelah seorang pejabat Olimpiade Amerika Serikat mengeluarkan peringatan bahwa atlet yang menyampaikan protes terkait isu HAM akan menghadapi "hukuman tertentu".

Menjelang dibukanya ajang olahraga Olimpiade Musim Dingin Beijing pada 4 Februari mendatang, ketegangan politik antara China dan negara barat kian memanas berkat adanya langkah boikot diplomatik yang dipimpin oleh AS dan didukung oleh negara-negara lain seperti Inggris dan Australia. Boikot tersebut dilakukan sebagai protes atas dugaan tindak pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap muslim Uighur di Xinjiang.

Ketika pakar advokasi hak asasi manusia dan atlet memperingatkan rekan atlet lainnya untuk tidak mengharapkan perlindungan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) jika mereka berbicara tentang isu-isu seperti populasi Muslim Uighur China, pemain ski AS, Noah Hoffman mengklaim bahwa Tim USA telah memberi tahu para atletnya untuk tidak membahas topik tersebut untuk kebaikan mereka sendiri.


Dani Alves Minta Lionel Messi Pulang ke Barca

"Atlet memiliki platform yang luar biasa dan kemampuan untuk berbicara, untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat. Namun tim tidak membiarkan mereka mengajukan pertanyaan tentang isu-isu tertentu menjelang Olimpiade ini," kata atlet berusia 32 tahun itu. "Itu membuatku kesal," tambahnya.

"Namun saran saya kepada para atlet untuk tetap diam karena itu akan mengancam keselamatan mereka sendiri dan itu bukan permintaan yang masuk akal dari para atlet. Mereka bisa berbicara ketika mereka kembali," tambahnya.

Sementara itu, direktur jenderal Atlet Global, Rob Koehler, meminta IOC untuk mengkonfirmasi akan mendukung para pesaing berbicara tentang hak asasi manusia.

"Benar-benar konyol bahwa kami menyuruh para atlet untuk diam," Koehler menolak keras. "Tetapi IOC belum keluar secara proaktif untuk menunjukkan bahwa itu akan melindungi mereka.

"Diam adalah keterlibatan dan itulah mengapa kami memiliki kekhawatiran. Jadi kami menyarankan para atlet untuk tidak berbicara. Kami ingin mereka bersaing, dan menggunakan suara mereka ketika mereka pulang," katanya.

Presiden Joe Biden Diminta Bikin Hidung Putin Berdarah jika Rusia Nekat Menyerang Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia