logo


Hadapi MEA, Pemerintah Bakal Proteksi Industri Baja

Pemerintah melakukan ini karena saat MEA dibuka, maka akan jadi pintu masuk bagi produk baja impor

22 Mei 2015 11:29 WIB

Industri Baja
Industri Baja

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin mengungkapkan, bahwa pihaknya akan melakukan sejumlah strategi untuk melindungi industri baja dalam negeri dari serbuan baja impor pada saat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dibuka.

Menurutnya, langkah Pemerintah ini dilakukan karena saat keran MEA dibuka, maka akan menjadi pintu masuk bagi produk baja impor ke Tanah Air. Apalagi nantinya bea masuk ke negara-negara ASEAN itu 0 persen.

"Industri besi dan baja merupakan industri utama yang turut memasok bagi proyek-proyek infrastruktru dan menentukan pengembangan industri lainnya. Mereka harus punya daya saing sehingga mesti dilindungi dari serbuan baja impor," ungkap Saleh Husin kepada wartawan di Bekasi, Jawa Barat.


Harga Batu Bara Kalori Tinggi Menurun, PT Bukit Asam Tetap Pertahankan Target Produksi

Salah satu upaya Pemerintah dalam melindungi industri baja adalah dengan menaikkan bea impor baja untuk Most Favoured Nation (MFN) sebesar 15% dan mewajibkan penggunaan produk Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk baja. Menperin juga mengatakan, proyek-proyek yang dibiayai oleh Anggatan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menggunakan produk dalam negeri.

"Kami juga terus memperjuangkan penurunan harga gas dan tarif dasar listrik yang kompetitif agar dapat mendorong dan meningkatkan kapasitas dan kinerja industri baja nasional," ujarnya.

Ia juga menambahkan, bahwa proteksi ini perlu dilakukan karena industri besi dan baja merupakan bahan baku dasar bagi berbagai industri khususnya alat berat, otomotif dan elektronika. Selain itu, industri besi dan baja juga berkaitan dengan kebutuhan pembangunan jalan, bandara, infrastruktur dan lain sebagainya.

Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Deni Muhtarudin