logo


Rusia Bakal Posisikan Rudal Nuklir di Amerika Latin, Begini Reaksi Washington

Duta Besar AS mengatakan bahwa Washington tidak akan membiarkan Rusia terus mengintimidasi negara-negara lain

19 Januari 2022 18:00 WIB

Peluncur rudal milik Rusia
Peluncur rudal milik Rusia Sputniknews

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan bahwa Washington tidak akan 'terintimidasi' oleh narasi 'agresif' Rusia tentang rencana penempatan perangkat keras militer atau bahkan rudal nuklir di negara-negara yang berdekatan dengan Amerika Serikat.

“Rusia terus mengintimidasi kami agar mengizinkan mereka mengambil tindakan ini. Mereka tahu bahwa jika mereka mengambil tindakan agresif terhadap Amerika Serikat, mereka berharap akan mendapatkan tanggapan, dan tanggapan itu akan menjadi tanggapan yang kuat,” kata Thomas-Greenfield, berbicara kepada Washington Post Live pada Selasa (18/1).

“Saya tahu bahwa mereka mencoba merespons dengan cara untuk mengintimidasi dunia, tetapi kami tidak akan membiarkan diri kami diintimidasi, kami juga tidak akan membiarkan Ukraina diintimidasi untuk membahayakan keamanannya sendiri,” tambah duta besar itu.


Pelaku Serangan Siber terhadap Kemenlu Rusia Bukan AS, tapi Hacker Korut

Thomas-Greenfield tidak merinci mengapa penempatan militer Rusia yang murni hipotetis di dekat pantai AS akan menjadi 'agresif' sementara penumpukan AS dan NATO yang sedang berlangsung di depan pintu Moskow tidak.

Presiden Vladimir Putin dan pejabat Rusia lainnya telah berulang kali menyatakan keprihatinan tentang pembangunan fasilitas pertahanan rudal AS di Polandia dan Rumania yang dapat dengan mudah diubah untuk menembakkan rudal jelajah Tomahawk yang dilengkapi dengan nuklir ke wilayah Rusia. Bulan lalu, Putin juga memperingatkan bahwa jika terjadi situasi peperangan, maka rudal AS di Ukraina hanya perlu waktu 4-5 menit sebelum menghantam Moskow.

Pada Senin kemarin, ketika ditanya apakah Rusia sedang mempertimbangkan penempatan rudal di Kuba atau Venezuela, sekretaris pers Putin Dmitri Peskov mengatakan bahwa “jelas, dalam konteks situasi saat ini, Rusia sedang menjajaki opsi yang akan memastikan keamanannya.”

Seminggu sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov mengisyaratkan bahwa Rusia tetap membuka opsi untuk mengerahkan beberapa jenis infrastruktur militer di negara Amerika Latin.

"Saya tidak ingin mengkonfirmasi apa pun, saya juga tidak akan mengesampingkan apa pun," katanya.

Selain Inggris, Ukraina Juga Akan Dapatkan Tambahan Senjata dari AS untuk Hadapi Invasi Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia