•  

logo


Pelaku Serangan Siber terhadap Kemenlu Rusia Bukan AS, tapi Hacker Korut

Sejumlah pakar keamanan siber asal AS melaporkan bahwa serangan phising terhadap Kemenlu Rusia pada akhir tahun 2021 lalu dilakukan oleh kelompok peretas asal Korea Utara

19 Januari 2022 17:00 WIB

Ilustrasi Peretas Komputer atau Hacker
Ilustrasi Peretas Komputer atau Hacker Global Times

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Kelompok peretas komputer asal Korea Utara, APT37, dilaporkan sebagai pelaku serangan siber terhadap Kementerian Luar Negeri Rusia dan karyawannya pada akhir tahun 2021. Hal itu dilaporkan oleh pakar keamanan informasi AS.

Menurut para peneliti di perusahaan keamanan siber AS Cluster25 dan Black Lotus Labs, dan kemudian dilaporkan oleh harian Moskow Kommersant, kampanye phishing ditargetkan di Kementerian Luar Negeri Rusia pada bulan Oktober 2021. Para peneliti mengklaim bahwa beberapa karyawan dikirimi arsip dokumen dan diminta untuk memberikan rincian vaksinasi, sementara yang lain diberi tautan ke malware yang disamarkan sebagai perangkat lunak yang digunakan pemerintah Rusia untuk mengumpulkan status vaksinasi Covid. Akibat serangan tersebut, satu akun berhasil dibobol.

Dari alamat yang dibobol, peretas berhasil mengirimkan email phishing ke Wakil Menteri Rusia Sergey Ryabkov pada 20 Desember dan juga menargetkan Kedutaan Besar Rusia di Indonesia.


AS Khawatir Rusia Posisikan Senjata Nuklir di Belarusia

APT37 juga terkenal menggunakan perangkat lunak yang disebut Konni, alat administrasi jarak jauh, yang juga dilaporkan telah mereka gunakan untuk menyerang Korea Selatan, serta organisasi politik di sejumlah negara termasuk Jepang, India, dan Cina. Menurut Kommersant, kelompok itu sudah terbentuk setidaknya sejak 2017.

Pada bulan November tahun lalu, surat kabar Kommersant juga melaporkan bahwa kelompok peretas lain, Kimsuky, mengirim email phishing yang ditulis atas nama pakar, ilmuwan, dan LSM Rusia yang terkenal kepada para pakar di Korea Utara dalam upaya untuk mendapatkan kata sandi login online.

Rusia Berikan Paspor bagi Warga yang Tinggal di Ukraina Timur

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia