logo


Rusia Berikan Paspor bagi Warga yang Tinggal di Ukraina Timur

Pemerintah Ukraina meyakini langkah tersebut bisa menjadi alasan Rusia untuk melancarkan invasi militernya ke negaranya

19 Januari 2022 16:30 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky istimewa

KIEV, JITUNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan bahwa Rusia bisa saja mengklaim bahwa mereka perlu melindungi warganya di Donbass yang dilanda perang sebagai alasan untuk melancarkan invasi militer di luar perbatasannya.

“Kepala negara memberikan perhatian pada fakta bahwa Rusia terus melakukan kampanye aktif untuk memberikan paspor kepada penduduk wilayah pendudukan sementara kami, dalam upaya untuk menciptakan dalih untuk eskalasi dengan kedok 'melindungi warga negara Rusia,” demikian pernyataan kantor kepresidenan Ukraina dalam situs resminya.

Tahun lalu, Zelensky memperingatkan bahwa pemerintah Rusia sudah memberikan paspor kepada warga yang tinggal di wilayah Donbass, sebuah wilayah di Ukraina timur di mana separatis mendirikan republik yang memisahkan diri pada tahun 2014. Kelompok tersebut juga terlibat perang saudara dengan pasukan militer Ukraina.


Infeksi Omicron Semakin Meningkat, Kepala WHO: Pandemi Belum Berakhir

Kiev meyakini kelompok militan tersebut mendapat dukungan dari Moskow. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Rusia.

Zelensky mengklaim bahwa "pasporisasi" penduduk Donbass adalah langkah pertama dalam rencana Rusia untuk mencaplok wilayah tersebut.

Pihak berwenang Ukraina pada Desember 2021 lalu mengumumkan bahwa mereka tidak akan menerima paspor Rusia yang diberikan kepada orang-orang yang tinggal di Donbass atau wilayah Krimea, yang dikendalikan oleh Rusia tetapi yang dianggap Ukraina "diduduki sementara".

Menurut pemerntah Ukraina, semua penduduk di kedua wilayah tersebut secara resmi merupakan warga negaranya dan mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap warga yang kedapatan menerima paspor pemberian Rusia.

AS Khawatir Rusia Posisikan Senjata Nuklir di Belarusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia