logo


Arteria Usul Kajati Bicara Sunda Dipecat, TB Hasanuddin: Seperti Lakukan Kejahatan Saja

Arteria Dahlan yang meminta Kejaksaan Agung memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) berbahasa Sunda saat rapat

18 Januari 2022 12:14 WIB

TB Hasanuddin.
TB Hasanuddin. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menanggapi pernyataan Arteria Dahlan yang meminta Kejaksaan Agung memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) berbahasa Sunda saat rapat. Menurutnya, usulan Arteria sangat berlebihan dan melukai perasaan masyarakat.

"Usulan Saudara Arteria yang meminta agar jaksa Agung memecat seorang kajati karena menggunakan bahasa Sunda, menurut hemat saya, berlebihan dan dapat melukai perasaan masyarakat Sunda," kata Hasanuddin dalam keterangannya, Selasa (18/1).

Hasanuddin menyebut pernyataan Arteria seolah mengindikasikan menggunakan bahasa daerah dianggap kejahatan.


Panglima TNI Akan Tindak Tegas Jika Ada Anggota yang Terlibat Cekcok Arteria Dahlan dan Anggiat Pasaribu

"Pernyataan Saudara Arteria ini seolah-olah mengindikasikan bahwa menggunakan bahasa daerah (Sunda) dianggap telah melakukan kejahatan berat dan harus dipecat," katanya.

Ia mengingatkan Arteria untuk berhati-hati dalam berbicara dan bersikap.

"Kenapa harus dipecat? Seperti telah melakukan kejahatan saja. Saya ingatkan, sebagai anggota DPR, sebaiknya berhati-hati dalam berucap dan bersikap. Jangan bertingkah arogan. Ingat, setiap saat rakyat akan mengawasi dan menilai kita," ujarnya.

Sebelumnya, Arteria meminta jajaran Kejaksaan Agung bersikap profesional saat bekerja. Arteria menyinggung seorang kajati menggunakan bahasa Sunda saat rapat kerja.

"Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu," kata Arteria saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (17/1).

"Kita ini Indonesia, Pak. Jadi orang takut kalau ngomong pakai bahasa Sunda nanti orang takut ngomong apa dan sebagainya. Kami mohon sekali yang seperti ini dilakukan penindakan tegas," imbuhnya.

TB Hasanuddin: Yang Gunakan Ajudan dari TNI Hanya Presiden RI dan Wakil Presiden RI Saja

Halaman: 
Penulis : Admin