logo


Sesalkan Penangkapan Pelaku Pembuang Sesajen, Novel PA 212: Harusnya Polisi Menertibkan Sesajen Itu

Sesajen tak pernah diajarkan dalam Islam.

15 Januari 2022 19:35 WIB

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin ikut buka suara terkait kasus pembuangan sesajen di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.

Novel menilai penangkapan pelaku pembuang sesajen merupakan tindakan yang keliru. Mestinya, kata dia, polisi cukup menertibkan kegiatan peletakan sesajen tersebut.

“Polisi tidak bisa menangkap orang yang diduga membersihkan sesajen, justru seharusnya polisi menertibkan sesajen itu,” kata Novel, dilansir dari jpnn.com, Sabtu (15/1).


Ngaku Mualaf, Ferdinand Disarankan Novel PA 212 Belajar Agama dengan Habib Rizieq

Menurut Novel, sesajen tak pernah diajarkan dalam Islam, bahkan tergolong kemusyrikan.

“Ini menjurus kepada pembatalan Islam, baik secara individu maupun kelompok, dengan begitu kewajiban umat Islam untuk membasmi kemusyrikan,” ujarnya.

Anak buah Habib Rizieq Shihab itu menduga, orang yang menaruh sesajen itu adalah penganut agama baru, yang tidak diakui secara resmi di Indonesia. “Akan banyak bermunculan agama dengan semaunya maka harus juga dilarang,” tuntasnya.

Buka Peluang Cabut Laporan Polisi, JoMan ke Ubedillah Badrun: Asal Minta Maaf ke Publik

Halaman: 
Penulis : Iskandar