logo


Pub Milik Petarung UFC Conor McGregor Diserang Bom Molotov, Pelaku Masih Misterius

Insiden serangan bom molotov terhadap pub milik petarung UFC tersebut tengah diselidiki oleh kepolisian Irlandia

15 Januari 2022 12:00 WIB

mmamania.com

DUBLIN, JITUNEWS.COM - Petarung UFC, Conor McGregor, mengalami kejadian yang tidak mengenakkan saat pub miliknya di Dublin, ibukota Republik Irlandia, pada Rabu diserang oleh orang tak dikenal dengan bom molotov.

McGregor diketahui sudah membeli gedung di kampung halamannya tersebut seharga $2,2 juta pada tahun 2019 lalu. Ia dikabarkan tengah mengadakan acara di pub tersebut di malam yang sama sebelum lokasi tersebut diserang.

“Tidak ada kerusakan yang terjadi pada pelanggan, karyawan, atau Forge, dan Mr. McGregor tidak berada di tempat pada saat kejadian,” kata manajemen Black Forge Inn dalam pernyataan mereka kepada MMA Fighting, dikutip Sputniknews.


China Bilang Pemblokiran Huawei dari Proyek 5G Inggris Tidak Terkait dengan Isu Keamanan Nasional

“Gardai telah membuka penyelidikan atas kejadian tersebut,” imbuhnya.

Gardai adalah sebutan bagi dinas kepolisi nasional Republik Irlandia. Hingga saat ini, belum ada satupun orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Ada dua orang yang diduga terlihat di atas skuter yang melewati tempat tersebut pada saat itu dan selanjutnya mereka dikejar oleh dua orang lainnya yang keluar dari properti," kata seorang narasumber anonim kepada Dublin Live.

Conor McGregor diketahui memiliki merek wiski Irlandianya, Proper No. 12, yang menghasilkan $ 1 miliar pada tahun pertama penjualannya. Hal itu membuatnya terdaftar sebagai olahragawan terkaya pada tahun 2021 oleh majalah Forbes. Sebelum McGregor menjadi petarung profesional, dia hanyalah seorang tukang ledeng magang yang menghasilkan $150 per pertarungan.

Rumor yang beredar di tabloid Irlandia dan Inggris menyebut jika McGregor memiliki hubungan dengan gangster Irlandia Graham 'The Wig' Whelan. Pada tahun 2017, diyakini bahwa McGregor terlibat dalam perkelahian di pub dengan seseorang yang berhubungan dekat dengan kelompok gangster tersebut.

Dinas Rahasia AS Bilang Transaksi Mata Uang Kripto Akan Jadi Incaran Para Hacker

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia