logo


AS dan Ukraina Khawatir jika Rusia Benar-benar Lakukan Invasi jika Diplomasi Gagal

Meningkatnya aktivitas militer Rusia di perbatasan Ukraina telah memicu kekhawatiran dari negara-negara Barat

15 Januari 2022 10:30 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat khawatir jika Rusia sedang mempersiapkan invasi ke Ukraina, yang dapat mengakibatkan meluasnya pelanggaran hak asasi manusia dan tindak kejahatan perang, jika diplomasi gagal memenuhi tujuan mereka.

“Sebagai bagian dari rencananya, Rusia meletakkan dasar untuk memiliki opsi mengarang dalih untuk invasi, termasuk melalui kegiatan sabotase dan operasi informasi, dengan menuduh Ukraina mempersiapkan serangan segera terhadap pasukan Rusia di Ukraina timur,” kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, pada Jumat (14/1), dikutip Reuters.

Sementara itu, seorang penasihat kepresidenan Ukraina mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembicaraan tiga arah antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah kekhawatiran akan invasi militer tersebut.


Ukraina Hadapi Serangan Siber, Begini Reaksi NATO

“Presiden Zelensky mengusulkan kepada Presiden Biden dan kami pikir itu dapat diselesaikan untuk mengatur pertemuan trilateral, mungkin melalui konferensi video, antara Presiden Biden, Presiden Zelensky dan Presiden Putin,” kata kepala kantor kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak.

“Kami masih menunggu reaksi atas hal ini dari pihak Rusia. Tetapi mitra Amerika Serikat sudah berminat dan menerima proposal kami,” tambahnya.

Situs Pemimpin Tertinggi Iran Tunjukkan Sebuah Video Animasi Serangan Drone terhadap Donald Trump

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia