logo


Kritik RUU IKN yang Super Cepat, Formappi: Terlihat Penuhi Ambisi Pemerintah

Formappi sebut apabila pemindahan ibu kota negara untuk kepentingan bangsa maka pembahasan seharusnya tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

15 Januari 2022 07:36 WIB

Pengamat FORMAPPI Lucius Karus.
Pengamat FORMAPPI Lucius Karus. Jitunews/Bayu Erlangga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus mengkritik pembahasan Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) yang dinilainya super cepat dan minim pastisipasi publik. Menurutnya, pembahasan yang sangat cepat menunjukkan bahwa pemindahan ibu kota negara hanya untuk memenuhi ambisi pemerintah.

"Dengan proses yang cepat dan cenderung abai pada partisipasi publik, terlihat jelas sesungguhnya motivasi perpindahan ibukota ini bukan untuk sebuah solusi atas persoalan yang terjadi, tetapi lebih pada memenuhi ambisi pemerintah dan DPR terhadap ibukota negara baru," ujar Lucius saat dihubungi, Jumat (13/1/2022).

Ia mengatakan apabila pemindahan ibu kota negara untuk kepentingan bangsa maka pembahasan seharusnya tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi.


Minta Jokowi Setop Proyek IKN Baru, Slamet PA 212: Rugikan Negara dan Gak Ada Manfaatnya

"Kalau sembunyi-sembunyi, maka mungkin memang itu bukan program untuk kepentingan rakyat, tetapi untuk kepentingan elite saja," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa pembahasan RUU yang sangat cepat hanya mengulang kesalahan seperti pembahasan RUU Cipta Kerja. Bahkan kata dia, dampak pembahasan super cepat RUU IKN akan lebih berdampak negatif daripada RUU Cipta Kerja.

"Mungkin lebih buruk, karena kalau RUU Cipta Kerja masih menyisakan kisah tentang munculnya perdebatan di ruang publik, adu gagasan di ruang rapat yang cukup lama. RUU IKN sama sekali jauh dari kerusuhan," ungkapnya.

"Padahal perpindahan ibu kota bukan hal yang bisa terjadi tiap hari. Mungkin dalam hitungan puluhan tahun peristiwa perpindahan bisa terjadi. Karena itu mestinya harus ada sosialisasi dan penyerapan aspirasi yang cukup panjang dan mendalam," pungkasnya.

 

Bantah RUU IKN Ugal-ugalan Dikebut, Pimpinan DPR: Kita Kerja Sampai Malam Jadi Cukup Hati-hati

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati