logo


Dilaporkan ke KPK, Gubsu Edy Rahmayadi Ancam Lapor Balik

Gerakan Semesta Rakyat Indonesia melaporkan Gubsu Edy ke KPK atas dugaan gratifikasi.

14 Januari 2022 17:00 WIB

Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi instagram.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menegaskan tak pernah menerima gratifikasi sebagaimana tudingan Gerakan Semesta Rakyat Indonesia. Oleh karena itu, ia mengancam bakal melaporkan balik pihak tersebut.

“Nanti saya laporkan balik dia,” kata Edy.

Eks Ketum PSSI itu memastikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) miliknya sudah diperiksa oleh KPK.


Mahfud Md Ungkap Ada Dirjen Dimintai Setoran Rp40 M oleh Menteri, Ustaz Hilmi: Kenapa Gak Lapor ke KPK?

“Tak usah dilaporkan, orang memang dia laporannya (LHKP) dihimpun sama KPK. KPK sudah turun, tak mungkin KPK tak turun untuk melakukan survei kebenaran apa yang kita laporkan,” jelas Edy.

Sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi dilaporkan Gerakan Semesta Rakyat Indonesia ke KPK atas dugaan gratifikasi. Pelaporan itu dibenarkan oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

“Setelah kami cek di bagian persuratan KPK, benar telah diterima surat dimaksud. Berikutnya tentu akan dipelajari, analisis dan verifikasi atas materi dan data sebagaimana surat dimaksud,” kata Ali Fikri, dilansir dari Pojoksatu.id, Jumat (14/1).

Sementara itu, anggota Gerakan Semesta Rakyat Indonesia, Ismail Marzuki menuding Gubsu Edy telah menerima gratifikasi dari sejumlah pihak. Di antaranya membangun secara pribadi Taman Edukasi Buah Cakra seluas 15 hektare di Deliserdang.

Akan tetapi, ujar Ismail, Edy tak mendaftarkan kepemilikan taman itu dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

“LHKPN-nya di 2019, dia sepertinya belum mencantumkan kepemilikan namanya Taman Edukasi Buah Cakra seluas sekitar 15 hektare lebih di daerah Deli Tua, Namorambe,” jelasnya.

Dari temuan itu, Ismail lantas meminta KPK untuk memeriksa harta kekayaan Edy dan memastikan adanya aliran dana dari pihak tertentu ke Gubsu Edy soal pembangunan taman tersebut.

Proyek Satelit Kemenhan Rugikan Negara Rp800 M, Mahfud Md Diminta Tak Hanya Cuap-cuap

Halaman: 
Penulis : Iskandar