logo


Pemerintah Percepat Pembangunan RSJ di Enam Provinsi

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) merupakan fasilitas kesehatan yang wajib ada di setiap provinsi di Indonesia.

14 Januari 2022 09:21 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy Humas Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) merupakan fasilitas kesehatan yang wajib ada di setiap provinsi di Indonesia. Hal itu berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, Pasal 52, ayat 2, bahwa "Pemerintah Daerah Provinsi wajib mendirikan paling sedikit 1 (satu) rumah sakit jiwa".

Akan tetapi, masih ada sebanyak enam (6) provinsi di Indonesia yang belum memiliki fasilitas RSJ. Keenamnya yakni Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Utara dan Kepulauan Riau.
Tidak adanya fasilitas kesehatan jiwa di beberapa daerah tersebut bisa mengakibatkan kurangnya penanganan masalah kesehatan jiwa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, dirinya telah meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk mempercepat pembangunan RSJ di enam provinsi.


Lantik 14 Pejabat Eselon II, Menko PMK Tegaskan Kembali Enam Prioritas Kerja Tahun 2022

"Saya sudah meminta kepada Pak Menkes supaya diprioritaskan (pembangunan RSJ di 6 provinsi). Sehingga kita harapkan sebelum tahun 2024, enam RSJ itu sudah terbangun," ujarnya saat berkunjung ke RSJ Dr. Soeharto Heerdjan Grogol, Jakarta Barat, bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin, pada Kamis (13/7).

Lebih lanjut, Menko PMK mengatakan, untuk mempersiapkan operasional dan tenaga kesehatan di enam RSJ tersebut nantinya akan dilakukan resource sharing dari RSJ yang sudah ada.

"Jadi mereka tidak perlu merekrut 100 persen tenaga baru. RSJ yang sudah bagus seperti tadi itu RS Soeharto Herdjaan saya kira termasuk RSJ terbaik nanti bisa mengirim SDM ke sana untuk memberikan semacam pembimbingan calon tenaganya," ujarnya.

Selain itu, Menko PMK mengatakan, untuk calon tenaga kesehatan yang akan bertugas di enam RSJ itu juga akan ditugaskan di RSJ yang ada untuk mendapatkan ilmu-ilmu dalam menangani pasien.

"Itu biar magang dulu di RS yang ada supaya mendapatkan pengalaman. Itu targetnya," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono, dan jajaran Eselon I Kemenkes menyempatkan berkeliling dan mengunjungi pasien RSJ Soeharto Heerdjan. Menko PMK juga berbincang dengan beberapa pasien RSJ dan juga membeli beberapa karya yang dihasilkan pasien RSJ.

Menko PMK: Husnul Khotimah Bila Pandemi Diakhiri dengan Vaksin Merah Putih

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan