logo


Ferdinand Hutahaean Jadi Tersangka, GP Ansor: Harap Dapat Memenuhi Rasa Keadilan

Luqman berharap Ferdinand mendapat bimbingan Islam

11 Januari 2022 09:04 WIB

Luqman Hakim
Luqman Hakim Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ferdinand Hutahaean ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka terkait cuitan 'Allahmu ternyata lemah'. Ketua PP GP Ansor, Luqman Hakim, memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian.

"Menghormati dan mengapresiasi langkah cepat dan tegas polisi dalam memproses kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Ferdinand Hutahaean yang telah menyita perhatian publik belakangan ini. Langkah cepat dan tegas polisi ini saya harapkan dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat sehingga dapat dicegah potensi meluasnya kegaduhan publik yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat," kata Luqman kepada wartawan, Selasa (11/1).

Luqman meminta masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus Ferdinand kepada polisi. Ia mendukung polisi bertindak transparan dalam menangani kasus ini.


Khawatir Melarikan Diri Hingga Hilangkan Barbuk, Ferdinad Hutahaean Langsung Ditahan

"Meminta kepada masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada polisi dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah tanpa menghakimi terlebih dahulu, hingga kelak putusan pengadilan dijatuhkan," ujarnya.

"Mendukung polisi bertindak profesional dan transparan dalam menuntaskan kasus ini demi tegaknya hukum yang berkeadilan," lanjutnya.

Luqman berharap Ferdinand mendapat bimbingan Islam selama proses berjalan. Seperti diketahui, Ferdinand merupakan seorang mualaf.

"Selama proses hukum berjalan, secara khusus saya minta polisi memberi kesempatan kepada Ferdinand Hutahaean, yang merupakan seorang mualaf, untuk mendapat bimbingan agama Islam supaya yang bersangkutan dapat semakin mendalami dan melaksanakan ajaran dan syariat Islam," ucapnya.

Luqman mengajak masyarakat untuk bijaksana dalam menggunakan media sosial.

"Mengajak kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijaksana menggunakan media sosial agar kemajuan teknologi informasi dapat sungguh-sungguh menjadi sumbangan bagi perbaikan peradaban manusia, memperkuat solidaritas sosial dan persaudaraan sesama manusia serta memperkokoh persatuan bangsa dan negara Indonesia," pungkasnya.

Ferdinand Menolak Diperiksa sebagai Tersangka, Polisi: Tapi Waktu Jadi Saksi Ia Bersedia

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata