logo


Daftar Hadir Siswa Hampir 100 Persen, Wagub Uu Sambut Antusiasme Pembelajaran Tatap Muka

Para siswa sangat antusias untuk kembali belajar tatap muka.

10 Januari 2022 20:42 WIB

Uu Ruzhanul Ulum
Uu Ruzhanul Ulum Humas Pemprov Jabar

KUNINGAN, JITUNEWS.COM – Kegiatan yang dinantikan oleh para siswa akhirnya terlaksana. Pada Senin, 10 Januari 2022, pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen mulai dilaksanakan di sejumlah daerah di Jawa Barat, salah satunya sekolah di Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan para siswa sangat antusias untuk kembali belajar tatap muka. Hal itu terlihat dari daftar hadir di SMA Negeri 1 Cilimus, Kuningan yang hampir 100%.

"Di mana saya sudah lihat termasuk daftar hadir saya tanya, siswa ini hadir hampir 100% dari seluruh siswa yang didatangi sama saya,” ucap Uu.


Sol PTM Terbatas, Bamsoet: Sebaiknya Hanya untuk Siswa yang Sudah Vaksin Dua Kali

Uu mengungkapkan, ada beberapa siswa yang mengaku lebih mudah menangkap pembelajaran secara luring dibandingkan daring. Sebab, pertemuan tatap muka sangat mendukung kegiatan belajar-mengajar.

"Suasana di kelas mendukung, duduk pakai bangku bersama teman-teman, tata letaknya sudah mendukung dan yang lainnya. Jadi wajar kalau siswa berbicara lebih mengerti di kelas daripada online,” imbuhnya.

Uu berharap pemberlakuan PTM bisa melatih jiwa kemandirian siswa saat sekolah. Sehingga ketika lulus nanti tidak melulu harus mengandalkan ijazah.

"Jangan sampai siswa ini memiliki pemikiran sekolah sama dengan ijazah, kemudian pekerjaan identik mengandalkan ijazah, hanya ijazah yang dituju disaat mereka melaksanakan proses belajar di sekolah,” ujar Uu.

Menurutnya, siswa selepas lulus nanti punya banyak peluang. Tidak hanya menjadi karyawan, mereka bisa menggeluti bisnis yang mendatangkan keuntungan lebih besar.

"Mendingan punya kepribadian yang tidak hanya naik menjadi karyawan dalam cita-citanya. Yaitu jadi orang bisnis, jadi politisi, jadi ahli agama, jangan melulu dalam pikirannya itu sekolah sama dengan ijazah, ijazah sama dengan lapangan kerja,” jelas Uu.

Selain itu, Uu mengimbau para siswa agar taat kepada guru. Karena, guru bisa dibilang sebagai ulur tangan pemerintah.

"Taat kepada guru berarti taat juga kepada pemerintah karena wakil pemerintah di sekolah adalah guru. Apa yang dikatakan guru itu adalah kata-kata pemerintah, apa yang diwajibkan guru adalah yang diwajibkan pemerintah,” tuntasnya.

PKS Minta Aturan PTM Dievaluasi: Pemerintah Jangan Hilangkan Opsi PJJ

Halaman: 
Penulis : Iskandar