logo


Sesalkan Pria Tendang Sesajen di Lokas Erupsi Semeru, MUI: Dakwahlah dengan Baik!

MUI sebut edukasi terkait bencana erupsi Gunung Semeru adalah hal yang penting

10 Januari 2022 08:41 WIB

Viral pria menendang sesaji
Viral pria menendang sesaji ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Ziyad menyesalkan tindakan seorang pria yang menendang dan membuan sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

"Terkait seseorang yang menendang sesajen yang ada di Gunung Semeru saya pribadi menyesalkan adanya tindakan itu. Hal itu tidak perlu dilakukan meskipun menyaksikan bahwa praktik tradisi sesajen kepada makhluk halus atau jin atau penguasa alam sekitarnya yang diyakini masyarakat itu bertentangan dengan akidah Islam," kata Muhammad Ziyad kepada wartawan, Minggu (9/1/2022).

Ziyad tidak menampik bahwa tradisi sesajen bertentangan dengan akidah Islam. Namun, ia meminta agar dakwah dilakukan dengan cara yang baik.


Tak Lagi Dalam Kondisi Darurat, MUI Ajak Umat Islam Gunakan Vaksin Halal

"Kita harus menyadari bahwa berdakwah itu adalah menyampaikan pesan ilahi dengan cara baik, bukan menuruti kemauan sendiri, karena itu lah kewajiban bagi seorang muslim adalah mengingatkan saudaranya atau masyarakat apabila ada praktik keagamaan yang menyimpang atau bertentangan dengan akidah umat," ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya penting memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa bencana erupsi Gunung Semeru merupakan takdir Allah SWT. Disisi lain, ia juga meminta kepada masyarakat agar senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari malapetaka.

"Karena itu lah perlu dilakukan edukasi, bimbingan kepada masyarakat bahwa terjadinya erupsi gunung merapi adalah bagian dari takdir Allah SWT, semua yang terjadi di alam raya ini merupakan kehendak dari Allah SWT, yang kita lakukan adalah bukan dalam bentuk pemberian sesajen. Tapi kita berdoa kepada Allah memohon perlindungannya agar dijauhkan dari malapetaka yang terjadi," lanjutnya.

Viral Pria Tendang Sesajen, Bupati Lumajang: Saya Kecewa, Langgar Tata Nilai Kami

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati