logo


Saingi Rusia, Inggris Bakal Segera Kembangkan Rudal Hipersonik

Kepala Staf Pertahanan Inggris mengatakan bahwa pihaknya akan mengembangkan rudal hipersonik untuk mengimbangi kekuatan militer Rusia

8 Januari 2022 19:45 WIB

Peluncur rudal milik Rusia
Peluncur rudal milik Rusia Sputniknews

LONDON, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Pertahanan Inggris Tony Radakin telah mengumumkan rencana negaranya dalam mengembangkan rudal hipersonik untuk bersaing dengan kekuatan militer Rusia yang semakin meningkat.

“Kami belum [mendapatkannya] dan kami harus mendapatkannya,” kata Radakin kepada surat kabar Times pada Jumat (7/1) malam.

Dia menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di sepanjang perbatasan Rusia-Ukraina.


Redakan Ketegangan dengan Rusia, AS Akan Kurangi Jumlah Pasukan dan Aktivitas Militer di Eropa

Radakin menambahkan bahwa dia telah memberi kabinet "pilihan militer" untuk menanggapi kemungkinan meletusnya permusuhan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, Rusia diketahui merupakan negara pertama di dunia yang berhasil menguji coba rudal jelajah hipersonik yang mereka beri nama Zirkon. Rudal tersebut mampu melakukan manuver di lapisan atmosfer yang padat hanya dengan menggunakan kekuatan propulsinya sendiri. Kecepatan tertinggi rudal itu sekitar sembilan kali kecepatan suara dan memiliki jangkauan maksimum 1.000 kilometer (621 mil).

“Kami sekarang telah menguji, dan berhasil, dan dari awal tahun kami akan dipersenjatai dengan rudal hipersonik dengan kecepatan Mach 9,” kata Putin pada akhir November lalu dikutip Sputniknews.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan senjata tersebut dilakukan sebagai respon atas tindakan NATO yang terus menekan dan mengancam negaranya.

“Hal-hal telah sampai pada titik bahwa sistem pertahanan anti-rudal dikerahkan di Polandia dan Rumania, dan peluncur yang ada di sana, Mk-41, juga dapat dilengkapi dengan sistem serangan Tomahawk. Tapi ini juga menciptakan ancaman bagi kami. Yah, ini adalah fakta yang jelas, hal yang jelas. Terlepas dari semua permintaan kami untuk tidak melakukan ini, apa yang terjadi? Apa yang kita lihat sekarang. Sebagai tanggapan, kami telah dipaksa, saya ingin menekankan ini, kami telah dipaksa untuk mulai mengembangkan senjata hipersonik. Ini adalah tanggapan kami," kata Putin.

AS Bangun Komando Operasi Khusus di Albania untuk Redam Pengaruh China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia