logo


Bela Ferdinand, Prof Henry Subiakto Singgung Kebebasan Berpendapat di RI yang Sering Bermasalah

Tingkat sensitivitas masyarakat tergolong tinggi.

8 Januari 2022 05:30 WIB

Henry Subiakto
Henry Subiakto twitter.com/henrysubiakto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Staf Ahli Menkominfo Prof Henry Subiakto angkat bicara soal cuitan pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean yang menghebohkan jagat maya. Menurutnya, pernyataan “Allahmu lemah” yang dilontarkan eks kader Partai Demokrat itu bukan tindak penistaan agama.

“Cuitan Ferdinand tidak ada unsur agama,” tutur Henry saat menjadi narasumber di acara tvOne, Jumat (7/1).

Alasannya, kata Henry, Ferdinand tak menyebutkan agama tertentu dalam kicauan tersebut.


Beda dengan Gus Dur, Politikus PKS Sebut Pernyataan Ferdinand Terkesan Rendahkan Allah

“Dia tidak menyebutkan agamanya, lalu agama mana yang disebut Ferdinand itu juga belum jelas karena tidak menyebut langsung,” jelas dosen Universitas Airlangga itu.

Henry lantas menyinggung kebebasan berekspresi yang masih sulit dicapai di Indonesia lantaran tingkat sensitivitas masyarakat sangat tinggi.

“Kebebasan berpendapat di Indonesia ini sering kali bermasalah karena sensitivitas masyarakat, sedikit-sedikit lapor atau demo dan sebagainya,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui, Ferdinand melalui akun Twitternya pada Selasa (4/1), menuliskan kalimat yang dinilai merendahkan Allah.

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela”.

Minta Maaf soal Cuitan "Allahmu Lemah", Ferdinand Ungkap Identitasnya sebagai Muslim

Halaman: 
Penulis : Iskandar