logo


Presiden Duterte Ancam Penjarakan Warga Filipina yang Tolak Disuntik Vaksin Covid-19

Jumlah kasus infeksi Covid-19 harian di Filipina belakangan ini kembali meningkat tajam

7 Januari 2022 21:15 WIB

Presiden Filipina Rodrigo Duterte
Presiden Filipina Rodrigo Duterte nypost

MANILA, JITUNEWS.COM - Seiring dengan meningkatnya jumlah kasus infeksi Covid di Filipina yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, Presiden Rodrigo Duterte mengambil pendekatan tegas dengan mengeluarkan ancaman akan menangkap dan memenjarakan semua warga yang menolak untuk divaksinasi.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (6/1), Duterte menyatakan bahwa, karena dia “bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahteraan setiap orang Filipina,” dia telah dipaksa untuk mengambil pendekatan tegas kepada orang-orang yang masih enggan disuntik vaksin.

Menurut Kementerian Kesehatan Filipina, kasus Covid-19 harian di negara tersebut pada Kamis (6/1) telah mencapai level tertinggi sejak September, dengan 17.220 infeksi baru.


Uni Eropa Tak Dilibatkan dalam Negosiasi antara Rusia dan AS, Begini Reaksi Perancis

Duterte sebelumnya telah menyuarakan kemarahannya pada kelompok masyarakat anti-vaksin, dan memperingatkan bahwa, jika mereka menolak untuk disuntik vaksin, mereka dapat menghadapi hukuman penjara.

“Kalau menolak, kalau keluar rumah, bisa ditahan. Jika dia menolak, kapten diberi wewenang sekarang untuk menangkap orang-orang yang bandel,” kata Duterte, merujuk pada mereka yang menolak untuk divaksinasi.

Militer Diijinkan Tembak Mati Para Teroris yang Bikin Rusuh Kazakhstan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia