logo


Inggris Bilang Kapal Selam Rusia Pernah Bertabrakan dengan Kapal Perangnya di Atlantik

Insiden yang terjadi di akhir tahun 2020 lalu menunjukkan bahwa semakin banyak kapal selam Rusia yang beroperasi di wilayah Samudra Atlantik

7 Januari 2022 20:15 WIB

Ilustrasi Kapal Selam
Ilustrasi Kapal Selam istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Inggris mengklaim bahwa kapal selam Rusia telah bertabrakan dengan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang sedang dalam misi patroli di wilayah perairan Atlantik Utara pada akhir 2020 lalu.

Seorang juru bicara mengatakan bahwa "pada akhir tahun 2020 sebuah kapal selam Rusia yang dilacak oleh HMS Northumberland [Fregat Tipe 23] bersentuhan dengan sonar yang ditariknya", menambahkan, "Angkatan Laut Kerajaan secara teratur melacak kapal dan kapal selam asing untuk memastikan pertahanan Inggris" tidak terancam.

Kementerian Pertahanan merilis komentar tentang insiden tersebut setelah muncul video yang diduga menunjukkan momen tersebut. Insiden itu tertangkap kamera oleh kru TV Channel 5 yang sedang syuting untuk acara "Warship: Life At Sea", yang mengudara pada Senin malam (3/1).


AS dan Jepang Tanda-Tangani Kerja Sama Pengembangan Senjata Anti-Rudal Hipersonik

Dalam video yang merekam momen tumbukan, diyakini sebagai tabrakan pertama antara kapal Rusia dan Inggris sejak Perang Dingin, seorang anggota awak HMS Northumberland terdengar berteriak "apa yang baru saja saya pukul?"

Rekaman itu juga menunjukkan komandan kapal perang, Thom Hobbs, mengatakan bahwa kapalnya "sangat dekat dengan kapal selam" dan bahwa "jika mereka berada di permukaan kita pasti akan melihat wajah" seseorang prajurit.

Tahun lalu, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace memperingatkan bahwa kapal selam Rusia diduga "mengitari seluruh garis pantai Inggris", klaim senada juga dilontarkan oleh Wakil Komandan Armada Kedua AS saat itu Laksamana Andrew Lewis.

“Kami melihat semakin banyak kapal selam Rusia yang dikerahkan di Atlantik, dan kapal selam ini lebih mampu dari sebelumnya, dikerahkan untuk jangka waktu yang lebih lama dan dengan sistem senjata yang lebih mematikan,” kata Lewis.

Rusia Minta NATO Tak Lakukan Ekspansi, Swedia Keberatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia