logo


UNHCR dan Indonesia Diminta Perhatikan Nasib Pengungsi, Anwar Abbas: Jangan Sampai Tuntutannya Semakin Liar

PBB dan Pemerintah Indonesia harus memberikan perhatian serius terhadap para pengungsi dari Afghanistan, Rohingya da Myanmar

7 Januari 2022 17:28 WIB

Anwar Abbas
Anwar Abbas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Anwar Abbas meminta pemerintah khususnya lembaga PBB khusus pengungsi United Nations High Commisioner For Refugees (UNHCR) memberikan perhatian khusus terhadap persoalan pengungsi.

Menurutnya jangan sampai tuntutan pengungsi semakin liar yang menyebabkan nama baik pemerintah Indonesia di mata dunia tercemar.

"PBB dan Pemerintah Indonesia harus memberikan perhatian serius terhadap para pengungsi dari Afghanistan, Rohingya da Myanmar," kata KH Anwar Abbas kepada wartawan, Jumat (7/1).


Pemberontak Houthi Yaman Didesak Segera Bebaskan Dua Staf PBB yang Mereka Tahan

KH Anwar mengatakan, saat ini para pengungsi sedang ada di tempat-tempat penampungan di beberapa daerah di dalam wilayah Indonesia. Kondisi mereka saat ini di tempat-tempat penampungan begitu memprihatikan.

"Keadaan dan kesengsaraan yang mereka alami tampak sudah sangat berat," katanya.

Sementara kata KH Anwar, kepastian tentang nasib dan masa depan para pengungsi juga tidak kunjung ada kejelasan. Sehingga wajar para pengungsi selalu menggelar aksi-aksi yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

"Sehingga cukup banyak dari mereka yang sudah stress dan tidak tahu lagi tahu harus berbuat apa," katanya.

KH Anwar memahami betul aksi mereka seperti gerakan jahit mulut di Pekanbaru dan bahkan ada di antara mereka yang nekat melakukan aksi bakar diri di depan kantor UNHCR di Meda, ini sebagai bentuk protes mereka kepada UNHCR. Sudah sapatutnya UNHCR menyudahi aksi para pengungsi ini.

"Sebagai tanda protes dan ungkapan keprihatinan dan demi mendapatkan perhatian serius dari masyarakat dunia terutama PBB maka mereka tidak segan-segan melakukan aksi jahit mulut dan bakar dirinya," katanya.

Atas nama kemanusiaan, KH Anwar meminta Pemerintah dan UNHCR tidak membiarkan masalah ini terus berlanjut. Terutama UNHCR harus segera mencarikan solusinya agar mereka tak melakukan aksinya lagi.

"Untuk itu PBB dan pemerintah indonesia harus secepatnya bisa mencarikan solusi dan atau jalan keluar bagi kebaikan nasib dan masa depan mereka," katanya.

Menurutnya semua pihak harus membantu nasib para mengungsi yang saat ini tidak punya negara sebagai tempat perlindungan. Di hadapan Tuhan semua manusia sama memiliki hak dan kewajiban terhadap bumi sebagai tempat tinggal.

"Kita harus tahu dan sadar bahwa mereka adalah juga manusia yang juga punya hak untuk bisa hidup dengan layak dan bebas di muka bumi milik Tuhan ini," katanya.

Sudah 11.213 Imigran Ilegal yang Coba Masuk ke Jerman dari Belarusia Tahun Ini

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar