logo


Iran Siap Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan Arab Saudi

Arab Saudi sudah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada 2016 setelah mengeksekusi mati seorang ulama Syi'ah yang dianggap ikut campur dalam urusan internal pihak Kerajaan

7 Januari 2022 15:18 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian telah menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera TV bahwa Teheran siap untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi. Dia mencatat bahwa kedua negara memiliki dialog berkelanjutan yang "positif dan konstruktif."

Lebih lanjut, Amirabdollahian menekankan pentingnya dialog luas antara kekuatan regional, termasuk Arab Saudi, Mesir dan Turki, untuk menyelesaikan masalah di kawasan Timur Tengah. Ia menambahkan bahwa Iran akan kembali ke Organisasi Kerjasama Islam dalam waktu terdekat.

Arab Saudi sendiri diketahui sudah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran pada Januari 2016 setelah sekelompok pengunjuk rasa menyerang dan menggeledah kantor kedutaan besarnya di Teheran. Serangan terhadap kedutaan terjadi setelah Kerajaan Arab Saudi menjatuhkan hukuman mati bagi ulama Syiah terkemuka Nimr al-Nimr karena dianggap ikut campur dalam urusan internal Arab Saudi.


Redam Pengaruh China di Asia Pasifik, Jepang dan Australia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan

Riyadh menuduh Teheran gagal melindungi properti diplomatiknya dengan baik dan menarik misi diplomatiknya dari Iran. Sementara itu, Iran sendiri telah berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir dan kedua negara dilaporkan mengadakan negosiasi mengenai masalah tersebut. Namun, salah satu upaya Teheran untuk memperbaiki hubungan digagalkan oleh AS pada tahun 2020, saat petinggi militer Iran Qassem Soleimani tewas terbunuh setelah ia tiba di Baghdad, Irak dengan misi untuk menyampaikan proposal Iran ke Arab Saudi melalui pemerintah Irak.

Menlu Kamboja Bilang Myanmar Diujung Perang Saudara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia