logo


Sentil PKS Soal Utang Negara, Golkar: Realistis Saja, Digunakan untuk Infrastruktur

Kita bicara realistis dan yang fakta saja, utang jangan dianggap tabu sepanjang digunakan untuk hal produktif.

6 Januari 2022 11:09 WIB

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih meminta PKS realistis melihat utang yang nyatanya memang digunakan untuk hal yang produktif.

“Kita bicara realistis dan yang fakta saja, utang jangan dianggap tabu sepanjang digunakan untuk hal produktif. Teman-teman PKS tenang sajalah,” kata dia di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Dia menjelaskan utang pemerintah saat ini terlihat besar karena digunakan untuk pembangunan infrastruktur sebagai komponen utama membangun konektivitas.


Kembali Obral Janji Lunasi Utang di Sukoharjo, Netizen ke Sandi, "Kau Tuhan Ya?"

Lalu kemudian juga untuk mengantisipasi pandemi Covid 19 terutama aspek pengobatan masyarakat yang nilainya begitu fantastis.

“Kita kan tidak bisa menunggu hujan duit dari langit, padahal rakyat harus segera ditangani. Makanya suka tidak suka kita harus berutang,” ungkap Demer.

Ketiga, lanjutnya, utang pemerintah untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang wajib tersedia dalam kondisi pandemi. JPS digunakan untuk menahan dampak penurunan pertumbuhan ekonomi yang berakibat pada penurunan kesempatan kerja yang menyebabkan tingkat pengangguran meningkat. Jika pemerintah tidak melakukan kebijakan itu dalam bentuk bantuan sosial, biaya yang timbul dapat lebih mahal ketika krisis kesehatan berubah menjadi krisis politik.

“Tolong teman-teman PKS bicara realita saja, Pak Jokowi cukup efektif dan efisien menggunakan utang itu. Apalagi beliau didampingi Ketua Umum kami sekaligus Menko Perekonomian, Pak Airlangga Hartarto yang mumpuni. Jadi tenang sajalah,” ucap Politisi Senior Golkar itu.

Sebagai bukti utang pemerintah digunakan untuk hal yang produktif, Demer berkata penanganan pandemi di Indonesia saat ini terbilang baik. Indonesia segera pulih dan mendapat pertumbuhan ekonomi 5,2 persen.

Sebelumnya Ahmad Syaikhu, Presiden PKS berujar bahwa Presiden Jokowi akan mewariskan utang negara sampai Rp.10.000 triliun.

“Per September 2021, utang pemerintah telah mencapai Rp.6.711 triliun. Jika dihitung total sampai akhir masa jabatan Jokowi akan mewariskan utang Rp. 7.000 triliun. Siapapun pemimpin yang terpilih pada 2024 maka akan mewariskan utang yang begitu besar,” seru Ahmad Syaikhu.

Arief Poyuono: Bagi yang Sudah Divaksin Jangan Protes soal Utang Negara!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar