logo


Bahar Smith Ditahan, GP Ansor: Demokrasi Tanpa Penegakan Hukum Akan Jadi Anarki

Peradaban demokrasi akan hancur ketika hukum tidak ditegakkan kepada pihak yang main isu SARA.

5 Januari 2022 05:30 WIB

Bahar bin Smith
Bahar bin Smith bbc

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Luqman Hakim menganggap penahanan Bahar bin Smith, tersangka kasus dugaan penyebaran hoaks, sebagai bagian dari penegakan hukum.

“Proses hukum terhadap Bahar Smith adalah bagian dari penegakan hukum yang wajib dilakukan,” kata Luqman, dilansir dari Pojoksatu.id, Rabu (5/1).

Menurut Luqman, peradaban demokrasi akan hancur ketika hukum tidak ditegakkan kepada pihak yang memainkan isu SARA.


GP Ansor Harap Politisasi Kasus Bahar Smith Tak Terulang

Terlebih proses hukum, baginya, adalah hal lumrah di negara hukum. Artinya siapapun harus siap menerima risiko jika melakukan pelanggaran.

“Demokrasi tanpa penegakan hukum akan menjadi anarki. Pengertian seperti ini yang harus dimiliki semua warga negara Indonesia, termasuk Bahar Smith,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu juga mendukung penegak hukum untuk menindak tegas para pelanggar.

“Penegak hukum tidak perlu ragu sedikit pun. Keragu-raguan aparat penegak hukum justru akan jadi bumerang pada masa depan,” tegasnya.

Beda Perlakuan Hukum Bahar Smith dengan Abu Janda, PB HMI: Kasihan Nasib Demokrasi

Halaman: 
Penulis : Iskandar